POJOKSATU.ID - Program Internet Rakyat muncul dari sinergi antara pihak pemerintah dan swasta dalam upaya menjembatani kesenjangan akses internet di seluruh Indonesia.

Layanan ini dijalankan oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) bekerja sama dengan vendor global OREX SAI Inc.

Yang telah menyiapkan infrastruktur berbasis teknologi mutakhir untuk memperluas konektivitas secara efisien.

Dalam kemitraan ini, OREX SAI mendirikan anak perusahaan lokal PT OREX SAI Indonesia pada pertengahan 2025 untuk mengelola operasional dan mengembangkan Radio Unit (RU) 5G.

Baca Juga: BNPB Update Data Terbaru Korban Banjir Longsor Sumut, 166 Meninggal Dunia, 143 Masih Hilang

Yang telah mendapat persetujuan resmi (Type Approval) untuk pita frekuensi n50 (1,4 GHz) di Indonesia. 

Sementara itu, regulasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga mendukung penggunaan spektrum 1,4 GHz untuk mempercepat penetrasi fixed broadband.

Menghadirkan alternatif bagi rumah tangga yang sulit dijangkau kabel serat optik. 

Konsep layanan Internet Rakyat dibangun atas teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) yang berjalan di frekuensi 1,4 GHz dengan arsitektur jaringan Open Radio Access Network (Open RAN).

Baca Juga: Peran Posyandu Meluas, Cing Ikah Realisasikan Bedah Rumah Warga Cimpaeun

Pita 1,4 GHz memberi keuntungan jangkauan luas dan penetrasi sinyal yang lebih baik memungkinkan satu tower melayani area suburban, semi rural, bahkan pedesaan dengan efisien.

Dengan demikian, pemasangan tidak memerlukan kabel fiber ke tiap rumah membuat instalasi cepat, biaya lebih rendah.

Dan berpotensi menjangkau wilayah terpencil atau padat sempadan di mana jaringan kabel sulit dibangun. 

Layanan Internet Rakyat menawarkan paket dengan tarif sangat terjangkau.

Paket bulanan flat Rp 100.000 per 30 hari, kecepatan hingga 100 Mbps, kuota unlimited, dan bebas biaya sewa modem.

Menjadikannya opsi paling ekonomis saat ini untuk rumah tangga, pelajar, pekerja, dan UMKM.

Dengan skema ini, harapannya jutaan rumah tangga di luar kota besar dapat menikmati konektivitas cepat.

Baca Juga: Istana Kepresidenan Cipanas Buka Program Magang 2026, Lima Posisi Dibutuhkan

Mendukung pendidikan daring, kerja jarak jauh, bisnis digital, dan memperkecil kesenjangan antara kota dan daerah.

Meski demikian, pendekatan ini tetap menghadapi sejumlah tantangan serius.

Kapasitas dan beban jaringan: Jika jumlah pelanggan melonjak pesat, bagaimana sistem akan mengatasi beban data tinggi tanpa degradasi?

Teknologi 5G FWA memang efisien, tapi tetap bergantung pada distribusi tower dan kapasitas radio.

Baca Juga: Murah Tapi Tidak Murah Hati, Ketika Janji Rp 100 Ribu Internet Rakyat Mengecewakan Pelanggan

Penyebaran infrastruktur yang massif: Untuk menjangkau seluruh Indonesia, dibutuhkan ribuan base station. Menurut rencana, tahap awal telah menyiapkan banyak base station.

Namun kita perlu pantau apakah implementasi berjalan sesuai rencana.

Pemeliharaan keberlanjutan operasional: Biaya operasional, maintenance perangkat radio, dan dukungan teknis jangka panjang harus dijamin agar layanan tak hanya berjalan sementara.

Apalagi kalau ditujukan untuk daerah terpencil.

Baca Juga: Mulai Besok Car Free Day Kabupaten Bogor Hadir di 16 Kecamatan, Ini Lokasinya

Regulasi dan distribusi adil: Pemerintah dan penyedia layanan perlu transparan kepada publik.

Di mana area tercover, berapa kapasitas, dan bagaimana prioritas distribusinya.

Agar layanan ini benar-benar menjangkau yang membutuhkan, bukan hanya area padat atau menguntungkan secara komersial.

Inisiatif seperti Internet Rakyat membawa harapan besar. Kolaborasi antara pemerintah dan penyedia swasta.

Ditambah dukungan vendor global membuka peluang transformasi digital yang inklusif.

Teknologi 5G FWA + Open RAN menawarkan cara cepat dan relatif murah untuk menjangkau area yang sulit dijangkau kabel.

Namun kenyataan di lapangan distribusi, kapasitas, pemeliharaan, dan komitmen jangka panjang akan menentukan apakah program ini betul-betul menjadi solusi atau sekadar janji manis di atas kertas.

Baca Juga: Bank Buka Weekend, Solusi Aktivasi Rekening Bansos 2025 saat Sabtu–Minggu

Bagi masyarakat, kini saatnya ikut mengawasi menuntut transparansi, kejelasan cakupan, dan komitmen pelayanan.

Bagi penyelenggara, tantangan terberat adalah mewujudkan upaya besar itu menjadi akses nyata yang adil dan berkelanjutan.***