POJOKSATU.ID -  Eh, siapa sangka minyak goreng bekas alias minyak jelantah yang biasanya dibuang begitu saja ternyata bisa diolah jadi bahan bakar minyak (BBM)?

Wah, ini sih bukan cuma inovatif, tapi juga solusi buat lingkungan!

Selama ini, minyak jelantah sering dianggap limbah yang nggak berguna.

Bahkan kalau dibuang sembarangan, bisa mencemari tanah dan air.

Baca Juga: Nggak Sinkron? Pemerintah Gaungkan Efisiensi, Tapi Dana SAL Rp120 Triliun Ramai Dibahas

Tapi sekarang, minyak bekas ini justru punya nilai ekonomi tinggi. Keren banget, kan?

Proses pengolahan minyak jelantah jadi BBM sebenarnya dikenal dengan istilah biodiesel.

Nah, proses ini nggak instan ya, tapi melalui beberapa tahapan penting.

Pertama, minyak jelantah harus disaring terlebih dahulu.

Baca Juga: Peluang PPPK Paruh Waktu! Damkar Mataram Butuh Tambahan Personel, Ada Insentif Uang Makan, Tertarik?

Tujuannya untuk menghilangkan kotoran seperti sisa makanan atau partikel lain.

Setelah itu, minyak akan melalui proses pemanasan untuk mengurangi kadar air.

Eh, belum selesai. Tahap berikutnya adalah proses kimia yang disebut transesterifikasi.

Di sini, minyak dicampur dengan bahan kimia seperti metanol dan katalis (biasanya natrium hidroksida).

Dari proses ini, akan dihasilkan biodiesel dan gliserol sebagai produk sampingan.

“Biodiesel dari jelantah ini bisa digunakan sebagai alternatif bahan bakar, terutama untuk mesin diesel,” ujar seorang praktisi energi terbarukan.

Menariknya lagi, kualitas biodiesel ini cukup baik dan lebih ramah lingkungan dibanding BBM fosil.

Emisi yang dihasilkan juga lebih rendah. Duh, jadi makin menarik ya!

Baca Juga: Eh Serius? Warga Bisa Nonton Sidang di Pengadilan Negeri, Ini Syaratnya

Nah, selain soal pengolahan, ada juga potensi budidaya atau pengumpulan minyak jelantah yang mulai dilirik. Loh, kok budidaya?

Maksudnya, masyarakat bisa mulai mengumpulkan minyak jelantah dari rumah tangga, restoran, hingga industri makanan.

Minyak ini kemudian dijual ke pengepul atau langsung ke pengolah biodiesel.

Bahkan, di beberapa daerah sudah mulai ada komunitas atau usaha kecil yang fokus pada pengumpulan minyak jelantah. Wah, peluang cuan nih!

Baca Juga: Pemkot Bandung Perkuat Pengawasan WFH ASN, Disiplin dan Kinerja Tetap Terjaga

“Daripada dibuang, lebih baik dikumpulkan dan dijual. Sekarang sudah ada pasarnya,” kata pelaku usaha pengolahan limbah.

Eh tapi, ada hal penting yang harus diperhatikan.

Minyak jelantah tidak boleh digunakan kembali untuk konsumsi karena berbahaya bagi kesehatan.

Jadi, mengalihkannya jadi BBM adalah solusi yang jauh lebih aman.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai mendorong penggunaan energi terbarukan, termasuk biodiesel.

Ini jadi peluang besar bagi pengembangan industri berbasis limbah seperti minyak jelantah.

Bayangin deh, dari dapur rumah bisa berkontribusi ke energi nasional. Kecil tapi berdampak besar!

Jadi ya, minyak jelantah bukan lagi sekadar limbah.

Dengan pengolahan yang tepat, bisa jadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Wah, mulai sekarang jangan buru-buru buang minyak bekas ya. Siapa tahu, itu justru “emas cair” yang selama ini kita abaikan. Nah loh!***