POJOKSATU.ID - Desa Talagawangi di Kecamatan Pakenjeng, Garut kini tengah menuai sorotan gegara warganya memviralkan jalan di wilayah tersebut memakai aspal purba.

Talagawangi adalah desa terluas di Garut dengan luas sekitar 3.337 hektare dan jumlah penduduk kurang lebih 7.000 jiwa.

Pada 16 Juni 2023, Rudy Gunawan selaku Bupati Garut kala itu melantik Encang Yayat sebagai Kepala Desa Talagawangi hingga 8 tahun ke depan.

Baca Juga: Bansos PKH Kota Serang Disetop Sementara, 1.500 Penerima Terindikasi Judol, Mirisnya Diantaranya Berstatus ASN

Dalam pidatonya, Encang Yayat berjanji akan membangun Desa Talagawangi di semua sektor.

Lebih dari 2 tahun berlalu, laporan masyarakat mengatakan tak ada pembangunan yang terlihat.

Pembangunan dikatakan sudah seperti barang langka di desa tersebut, mungkin sudah punah seperti harimau Jawa.

Baca Juga: Jalan Butut di Garut Viral di Sosmed Disebut Pakai Aspal Purba, Begini Tanggapan Pihak Pemprov Jabar

Seorang warga yang tinggal di Kampung Talaga, Desa Talagawangi memperlihatkan kondisi jalan yang berbatu.

Jalan tersebut dibuat oleh swadaya masyarakat karena kondisi sebelumnya lebih parah.

Menurut keterangan masyarakat setempat, jembatan di sana juga dibuat secara swadaya dari dana patungan.

Baca Juga: Nuansa Baru Nonton di Bioskop Kesayangan, Video Prabowo Subianto Jadi Opening dalam Semua Genre Film

Tak ada bantuan dari pihak desa untuk membangun infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Namun, pengakuan berbeda diduga diberikan oleh Kades Talagawangi saat ada audit dari pihak Pemprov Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jabar.

Dalam keterangan yang diberikan, Kades Encang mengakui bahwa jalan memang dibuat swadaya oleh masyarakat, tapi jembatan dibangun oleh dana desa.

Baca Juga: Persib Bandung Siap Tantang Lion City Sailors di ACL 2, Ini Harga Tiket Resminya

Ada 2 jembatan yang dikatakan dibangun oleh dana desa untuk akses masyarakat.

Mengetahui informasi itu, warga merasa geram dengan hasil jerih payah mereka yang diklaim sepihak oleh pemerintah desa.

Seorang warga berani memberikan bukti catatan anggaran pembangunan jembatan yang dilakukan patungan masyarakat, pihak desa hanya memberi Rp30 juta.

Baca Juga: Ratusan Tokoh Masuk Seleksi Pesantren Award 2025, Dari Santri Inspiratif hingga Kepala Daerah Peduli Pesantren!

Dalam video yang diunggah pihak DPMD Jabar, kades Talawangi memberikan keterangan bahwa kondisi jalan berbatu merupakan proses awal pembangunan jalan.

Namun, pengerjaannya akan dilakukan secara bertahap karena panjang jalan di Desa Talagawangi sekitar 35 kilometer.

Anggaran dana desa sekitar Rp1 miliar tak memungkinkan untuk proses pengerjaannya dilakukan secara cepat.

Baca Juga: Alonso Geram dengan Kartu Merah Huijsen: Menurutnya Itu Hanya Kuning, Madrid Tetap Menang!

Diketahui, Talagawangi mendapat dana desa sebesar Rp1,7 miliar pada 2024 dan Rp1,5 miliar pada tahun 2025.

Masyarakat meminta agar pihak DPMD Jabar tak hanya meminta keterangan dari pemerintah desa, tapi seharusnya mendapat informasi langsung dari masyarakat.

Sejumlah masyarakat meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Garut dan Pemerintah Provinsi Jabar memeriksa keuangan Desa Talagawangi.

Baca Juga: Pramono Gagas LPDP Versi Jakarta Tahun Depan, Kuota Awal 100 Mahasiswa Siap Sekolah ke Luar Negeri

Menanggapi hal ini, Kepala DPMD Jabar Ade Afriandi mengatakan jika informasi yang dikatakan Kades Talagawangi tidak benar, diharapkan dilaporkan ke Bupati Garut.

"Kalau hasil audit ditemukan pelanggaran, akan dilakukan penundaan pencairan bantuan keuangan desa 2025," tulis Ade Afriandi di kolom komentar akun Instagram @dpmdesajabar, Sabtu, 13 September 2025.***