POJOKSATU.ID - Sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin pernah memperhatikan adanya dua garis timbul pada beberapa pecahan uang rupiah.
Namun, tidak sedikit yang mengira garis tersebut hanya bagian dari desain atau ornamen semata.
Padahal, keberadaan garis dua pada uang memiliki fungsi penting yang berkaitan langsung dengan keamanan sekaligus inklusivitas bagi seluruh masyarakat.
Bank Indonesia sebagai otoritas penerbit rupiah merancang setiap detail uang kertas dengan tujuan tertentu.
Baca Juga: Aplikasi Kencan Awal Mula Rahmadani Siagian Kenal Pelaku, Mau Diajak Nginap di OYO Meski Ramadhan
Mulai dari warna, gambar pahlawan nasional, hingga tekstur permukaan, semuanya memiliki peran khusus.
Salah satu fitur yang sering luput dari perhatian adalah garis dua yang dapat diraba dengan jari.
Penanda Nominal bagi Penyandang Disabilitas Netra
Fungsi utama garis dua pada uang rupiah adalah sebagai tanda pengenal nominal bagi penyandang tunanetra.
Garis tersebut dibuat menggunakan teknik cetak khusus sehingga terasa timbul saat disentuh.
Setiap pecahan uang memiliki jumlah garis berbeda.
Misalnya, satu garis, dua garis, atau kombinasi tertentu yang menjadi kode pembeda antar nominal.
Dengan sistem ini, penyandang disabilitas netra dapat mengenali nilai uang tanpa harus melihat angka atau warna.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen inklusi keuangan nasional agar seluruh masyarakat memiliki akses yang sama dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Kehadiran tanda taktil tersebut membantu meningkatkan kemandirian penyandang tunanetra dalam bertransaksi.
Bagian dari Sistem Keamanan Uang
Selain sebagai penanda nominal, garis dua juga berfungsi sebagai fitur keamanan tambahan.
Tekstur timbul sulit dipalsukan karena memerlukan teknologi cetak khusus bernama intaglio printing.
Teknik ini menghasilkan permukaan kasar dan tebal yang khas. Ketika uang diraba, masyarakat dapat langsung merasakan perbedaan antara uang asli dan palsu.
Inilah sebabnya Bank Indonesia selalu mengedukasi masyarakat melalui metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Garis timbul menjadi salah satu elemen penting dalam tahap “Diraba”, karena uang palsu umumnya tidak mampu meniru tekstur tersebut secara sempurna.
Edukasi yang Masih Minim di Masyarakat
Meski fitur ini sudah lama diterapkan pada uang rupiah emisi terbaru, masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsinya.
Baca Juga: Komisi III DPR Pastikan Kawal Proses Hukum Penyiraman Air Keras Andrie Yunus KontraS
Banyak orang baru menyadari keberadaan garis tersebut setelah mendapat penjelasan dari media sosial atau edukasi perbankan.
Kurangnya literasi mengenai ciri fisik uang kertas membuat sebagian masyarakat hanya bergantung pada tampilan visual.
Padahal, mengenali tekstur uang merupakan cara cepat untuk memverifikasi keaslian tanpa alat tambahan.
Pakar literasi keuangan menilai edukasi mengenai ciri uang asli perlu terus diperluas, terutama di sekolah dan komunitas masyarakat.
Pemahaman sederhana seperti fungsi garis dua dapat membantu menekan peredaran uang palsu.
Mengapa Desain Uang Tidak Dibuat Sembarangan?
Desain uang rupiah melalui proses panjang yang melibatkan ahli keamanan, desainer grafis, hingga pertimbangan sosial budaya.
Setiap elemen harus memenuhi tiga aspek utama, yaitu keamanan, kemudahan penggunaan, dan representasi identitas bangsa.
Karena itu, detail kecil seperti garis dua bukan sekadar hiasan.
Elemen tersebut merupakan hasil riset mendalam agar uang dapat digunakan oleh semua kalangan sekaligus sulit dipalsukan.
Baca Juga: Tegas, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Tegur RPH yang Jual Harga di Atas Harga Acuan
Bank sentral di berbagai negara juga menerapkan prinsip serupa dengan menambahkan fitur taktil pada mata uang mereka sebagai standar internasional inklusi finansial.
Pentingnya Mengenali Ciri Uang Rupiah
Memahami fungsi garis dua pada uang membantu masyarakat lebih sadar terhadap ciri keaslian rupiah.
Selain meningkatkan keamanan transaksi, pengetahuan ini juga menumbuhkan penghargaan terhadap desain uang sebagai simbol kedaulatan negara.
Mulai sekarang, coba perhatikan uang kertas di dompet Anda.
Baca Juga: Gerindra Buka Sayembara Bongkar Mafia BBM Subsidi, Pelapor Penyelewengan Solar Dijanjikan Rp10 Juta
Rabalah permukaannya, dan temukan garis timbul tersebut.
Detail kecil itu ternyata memiliki peran besar membantu sesama, melindungi transaksi, dan menjaga kepercayaan terhadap mata uang nasional.

