POJOKSATU.ID - Bulan Ramadan dikenal sebagai momentum terbaik untuk meningkatkan ibadah, termasuk menunaikan zakat.

Tidak sedikit umat Islam memilih membayar zakat mal saat Ramadan karena diyakini memiliki pahala berlipat ganda.

Namun, muncul pertanyaan yang sering ditanyakan apakah zakat mal memang boleh dibayarkan di bulan Ramadan?

Pertanyaan ini penting karena zakat mal memiliki ketentuan berbeda dengan zakat fitrah.

Baca Juga: Debat Indonesia Dukung Palestina, Abu Janda Mencak-mencak di Forum, Endingnya Bikin Malu, Berujung Diusir Aiman Witjaksono

Kesalahan memahami waktu pembayaran bisa membuat seseorang menunda kewajiban yang seharusnya segera ditunaikan.

Berikut penjelasan lengkap mengenai hukum, waktu terbaik, serta ketentuan membayar zakat mal menurut syariat Islam.

Apa Itu Zakat Mal?

Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta tertentu yang telah memenuhi syarat nisab (batas minimal harta) dan haul (kepemilikan selama satu tahun hijriah).

Jenis harta yang wajib dizakati antara lain:

  • Tabungan atau simpanan uang

  • Emas dan perak

  • Hasil perdagangan atau usaha

  • Investasi dan aset produktif

  • Hasil pertanian dan peternakan tertentu

Besaran zakat mal umumnya sebesar 2,5 persen dari total harta yang telah memenuhi syarat.

Berbeda dengan zakat fitrah yang wajib dibayar menjelang Idul Fitri, zakat mal tidak terikat pada bulan tertentu.

Apakah Zakat Mal Boleh Dibayar Saat Ramadan?

Jawabannya boleh, bahkan banyak ulama menyebutkan pembayaran zakat mal di bulan Ramadan sebagai amalan yang dianjurkan selama telah memenuhi syarat wajib zakat.

Baca Juga: 25 Kata Ucapan Hampers Idul Fitri 2026 yang Elegan dan Menyentuh Hati, Cocok untuk Keluarga hingga Rekan Kerja

Dalam fikih Islam dijelaskan bahwa zakat mal wajib dikeluarkan ketika harta telah mencapai haul.

Artinya, kewajiban zakat mengikuti waktu kepemilikan harta, bukan mengikuti bulan Ramadan.

Namun, jika waktu jatuh tempo zakat bertepatan dengan Ramadan, maka membayarnya saat itu menjadi sangat baik karena nilai pahala sedekah dan ibadah dilipatgandakan.

Sebagian ulama juga memperbolehkan mempercepat pembayaran zakat sebelum jatuh tempo haul, selama tujuannya untuk kebaikan dan membantu mustahik (penerima zakat).

Baca Juga: Tenangkan Fans, ENHYPEN Sampaikan Pesan Haru untuk ENGENE Usai Heeseung Hengkang dari Grup

Mengapa Banyak Orang Membayar Zakat Mal di Ramadan?

Ada beberapa alasan mengapa Ramadan menjadi waktu favorit untuk membayar zakat mal:

1. Pahala Dilipatgandakan

Ramadan dikenal sebagai bulan penuh keberkahan.

Amal kebaikan, termasuk sedekah dan zakat, diyakini memiliki nilai pahala lebih besar.

2. Momentum Spiritual

Suasana Ramadan membuat umat Islam lebih sadar akan kewajiban sosial dan kepedulian terhadap sesama.

3. Memudahkan Perhitungan Tahunan

Sebagian orang menjadikan Ramadan sebagai patokan tahunan untuk menghitung harta dan menunaikan zakat secara rutin.

Apakah Boleh Menunda Zakat Mal Sampai Ramadan?

Inilah yang sering disalahpahami.

Jika haul zakat jatuh sebelum Ramadan, maka tidak dianjurkan menunda pembayaran hanya demi menunggu Ramadan.

Mayoritas ulama menegaskan bahwa zakat harus segera ditunaikan ketika sudah wajib.

Menunda tanpa alasan syar’i dapat dianggap lalai terhadap kewajiban.

Baca Juga: Dalil Gus Yaqut Tak Beralasan Menurut Hukum, PN Jaksel Tolak Praperadilan Kasus Korupsi Kuota Haji

Namun, jika selisih waktunya sangat dekat dan bertujuan maslahat, sebagian ulama masih memberikan kelonggaran.

Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Fitrah

Agar tidak tertukar, berikut perbedaannya:

  • Zakat Mal: berdasarkan jumlah harta dan waktu haul, bisa dibayar kapan saja saat wajib.

  • Zakat Fitrah: wajib bagi setiap Muslim dan dibayar menjelang Idul Fitri.

Kesalahan memahami perbedaan ini sering membuat orang mengira zakat mal hanya boleh dibayar saat Ramadan.

Cara Menghitung Zakat Mal Secara Sederhana

Langkah dasar menghitung zakat mal:

  1. Hitung total harta simpanan dan aset likuid.

  2. Kurangi dengan utang jatuh tempo.

  3. Pastikan jumlahnya mencapai nisab (setara 85 gram emas).

  4. Jika sudah dimiliki selama satu tahun hijriah, keluarkan 2,5 persen.

Saat ini, banyak lembaga amil zakat resmi menyediakan kalkulator zakat untuk memudahkan masyarakat.

Keutamaan Menunaikan Zakat di Bulan Ramadan

Selain memenuhi kewajiban, menunaikan zakat mal di Ramadan memiliki nilai sosial besar.

Pada bulan ini, kebutuhan masyarakat meningkat menjelang Lebaran sehingga zakat dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan pokok.

Zakat juga menjadi sarana membersihkan harta dan jiwa sebagaimana tujuan utama syariat zakat dalam Islam, yakni menciptakan keseimbangan sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

Baca Juga: THR PPPK Paruh Waktu di Kota Bandung Belum Pasti, DPRD Desak Pemkot Segera Ambil Sikap

Membayar zakat mal di bulan Ramadan diperbolehkan dan bahkan dianjurkan jika waktunya telah wajib atau ingin dipercepat.

Namun, yang perlu diingat, zakat mal tidak terikat Ramadan sehingga tidak boleh sengaja ditunda jika sudah jatuh tempo sebelumnya.

Memahami aturan ini membantu umat Islam menunaikan zakat dengan benar sekaligus memperoleh keberkahan maksimal di bulan suci.

Dengan menunaikan zakat secara tepat waktu, Ramadan bukan hanya menjadi bulan ibadah personal, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.***