POJOKSATU.ID - Bagi saya, Pojoksatu dan MagangHub bukan sekadar nama program dan perusahaan.

Keduanya menjadi ruang belajar yang membentuk cara saya melihat dunia kerja, terutama di industri media digital yang bergerak cepat dan dinamis.

Dari balik layar sebagai editor hingga tampil di depan kamera sebagai talent live streaming.

Perjalanan enam bulan ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis saya.

Baca Juga: Dinyatakan TMS, Ratusan Honorer Dompu Ternyata Masih Berpeluang Jadi PPPK Paruh Waktu

Tetapi juga membangun kepercayaan diri dan ketahanan mental yang sebelumnya belum pernah saya uji secara serius.

MagangHub mempertemukan saya dengan PT Pojok Satu Indonesia di waktu yang tepat.

Ketika banyak orang masih mencari arah setelah lulus, saya justru menemukan medan latihan yang nyata.

Di sanalah saya belajar bahwa dunia kerja tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Ratusan Honorer Won Dama Tolak PPPK Paruh Waktu, Tuntut Diangkat Penuh Waktu!

Namun justru dari perubahan-perubahan itulah saya bertumbuh.

 

Mengenal MagangHub dan Keputusan untuk Mendaftar

Perkenalkan, nama saya Muhammad Salman Musyaffa.

Saya adalah peserta Program Magang Nasional MagangHub yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Latar belakang saya adalah ketertarikan pada dunia kreatif, khususnya media digital, editing, dan produksi konten.

Saya pertama kali mengetahui program MagangHub melalui informasi yang beredar di media sosial dan jaringan pertemanan.

Saat itu, saya sedang mencari program magang yang tidak hanya memberi pengalaman administratif, tetapi benar-benar memberikan ruang praktik dan tanggung jawab nyata.

Ketika membaca bahwa MagangHub bekerja sama dengan berbagai perusahaan, termasuk PT Pojok Satu Indonesia, saya merasa ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.

Baca Juga: Referensi Lokasi Ngabuburit Gratis dan Estetik di Pusat Kota Saat Ramadhan !

Saya mendaftar dengan harapan bisa masuk ke lingkungan media digital yang aktif dan kreatif.

Dalam benak saya, ini akan menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana konten diproduksi, dikelola, dan didistribusikan secara profesional.

 

Proses Seleksi dan Penempatan Awal

Setelah melalui proses administrasi dan seleksi, saya resmi diterima dan mulai magang pada bulan Oktober dengan durasi kontrak enam bulan hingga April.

Saya ditempatkan di PT Pojok Satu Indonesia dan masuk pertama kali sebagai editor di Divisi Pojok Gaming.

Baca Juga: Seskab Teddy Bongkar Fakta! Insentif Guru Honorer Mandek 20 Tahun, Baru Naik Tahun Lalu di Era Prabowo

Penempatan ini sesuai dengan minat saya. Sebagai editor, saya bertanggung jawab mengolah materi video, menyusun potongan gambar, menambahkan elemen visual, dan memastikan hasil akhir layak tayang.

Di minggu-minggu awal, saya banyak belajar tentang standar kualitas konten, kecepatan kerja, serta pentingnya komunikasi dengan tim.

Saya menyadari bahwa dunia media digital menuntut ketepatan waktu dan ketelitian.

Satu kesalahan kecil dalam editing bisa berdampak pada kualitas keseluruhan konten.

Dari sini, saya belajar bekerja lebih detail dan disiplin terhadap deadline.

 

Beradaptasi di Divisi Kontenova

Sekitar satu bulan berjalan, saya mendapat kabar bahwa saya dipindahkan ke Divisi Kontenova, tetap sebagai editor. Perpindahan ini sempat membuat saya cemas.

Saya sudah mulai nyaman di Pojok Gaming, memahami ritme kerja tim, dan alur produksinya. Namun, saya sadar bahwa perubahan adalah bagian dari proses belajar.

Di Divisi Kontenova, karakter konten yang saya tangani berbeda.

Baca Juga: Dinyatakan TMS, Ratusan Honorer Dompu Ternyata Masih Berpeluang Jadi PPPK Paruh Waktu

Jika sebelumnya banyak berfokus pada konten gaming, di sini saya lebih banyak berinteraksi dengan variasi konten yang berfokus pada Personal Branding dan Konten Kreator.

Tantangannya bukan hanya soal teknis editing, tetapi juga memahami karakter audiens yang berbeda.

Saya belajar menyesuaikan gaya editing dengan target pasar.

Tidak semua konten bisa diperlakukan dengan pendekatan yang sama.

Baca Juga: Pentingnya Perawatan Rantai Motor untuk Menjaga Performa dan Keselamatan Berkendara

Dari sini, saya mulai memahami pentingnya riset audiens dan fleksibilitas dalam bekerja.

Perpindahan ini justru memperluas sudut pandang saya.

Saya tidak lagi hanya melihat diri sebagai editor teknis, tetapi sebagai bagian dari ekosistem konten yang memiliki strategi dan tujuan.

 

Kembali ke Pojok Gaming dengan Peran Berbeda

Memasuki bulan Ramadhan, saya kembali dipindahkan ke Divisi Pojok Gaming.

Namun kali ini, bukan sebagai editor. Saya dipercaya menjadi talent Live Streaming TikTok.

Perubahan ini adalah tantangan terbesar selama saya mengikuti MagangHub.

Jika sebelumnya saya bekerja di balik layar, kini saya harus tampil di depan kamera.

Baca Juga: Mengenal Makna Ramadan Kareem vs Ramadan Mubarak, Mana yang Benar?

Berbicara langsung dengan audiens, menjaga energi selama siaran, serta membangun interaksi secara real time adalah pengalaman yang benar-benar baru bagi saya.

Awalnya, saya merasa gugup. Berbicara di depan kamera ternyata berbeda dengan berbicara di depan teman. Ada tekanan untuk tampil menarik, responsif, dan tetap profesional.

Apalagi live streaming dilakukan selama bulan Ramadhan, dari sore hari hingga menjelang sahur, yang tentu menguji stamina dan konsistensi.

Namun di sinilah saya belajar keberanian. Saya belajar mengelola rasa takut, membangun kepercayaan diri, dan memahami dinamika audiens digital.

Baca Juga: Kemenhub Prediksi Pergerakan Mudik 2026 Bakal Pecahkan Rekor, 144 Juta Orang Pulang Kampung

Saya mulai mengerti bahwa menjadi talent bukan hanya soal tampil, tetapi soal komunikasi, improvisasi, dan membaca situasi.

 

Tantangan yang Menguatkan Mental dan Profesionalisme

Selama enam bulan magang, tantangan terbesar bagi saya adalah adaptasi terhadap perubahan peran.

Tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk merasakan tiga posisi berbeda dalam satu periode magang.

Namun perubahan ini menuntut saya untuk cepat belajar dan tidak terjebak dalam zona nyaman.

Sebagai editor, saya dituntut presisi dan ketelitian. Sebagai talent live streaming, saya dituntut percaya diri dan komunikatif.

Dua peran yang sangat berbeda, tetapi keduanya membentuk saya menjadi pribadi yang lebih fleksibel.

Selain itu, manajemen waktu juga menjadi tantangan tersendiri. Live streaming di bulan Ramadhan membutuhkan pengaturan energi yang baik.

Saya belajar menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap optimal dalam bekerja.

Baca Juga: Tips Menjaga Kekhusyukan Tarawih Saat Masjid Membeludak di Bulan Ramadhan

Dari semua tantangan tersebut, saya menyadari satu hal, dunia kerja tidak selalu memberikan peran sesuai rencana awal kita, tetapi setiap peran selalu membawa pelajaran.

 

Keterampilan dan Perubahan Diri yang Saya Rasakan

Program MagangHub di PT Pojok Satu Indonesia memberikan dampak nyata terhadap perkembangan diri saya. Dari sisi keterampilan, saya mengalami peningkatan dalam:

- Editing video secara profesional.

- Manajemen waktu dan deadline.

Baca Juga: Kabar Baik! THR Ngawi Rp 52,3 Miliar Cair Awal Maret, PPPK Paruh Waktu Dipastikan Dapat Bagian

- Komunikasi tim.

- Public speaking dan kepercayaan diri.

-Pemahaman strategi konten digital.

Namun yang paling terasa adalah perubahan mentalitas. Saya menjadi lebih terbuka terhadap perubahan. Saya tidak lagi takut mencoba hal baru, meskipun di luar zona nyaman.

Menjadi talent live streaming mengajarkan saya bahwa potensi seseorang sering kali tersembunyi sampai ia dipaksa untuk mencobanya.

Jika dulu saya lebih nyaman berada di belakang layar, kini saya tidak lagi menutup kemungkinan untuk berada di depan.

 

Dampak Program terhadap Rencana Masa Depan

MagangHub bukan hanya program magang bagi saya, tetapi titik awal perjalanan karier.

Pengalaman di PT Pojok Satu Indonesia membuka wawasan saya tentang industri media digital yang sesungguhnya.

Baca Juga: Dari Rasa Ragu Menuju Percaya Diri, Perjalanan Pribadi Saya Bersama MagangHub di PT Pojok Satu Indonesia

Saya kini memiliki gambaran yang lebih jelas tentang bidang yang ingin saya tekuni.

Dunia konten digital, baik sebagai kreator, editor, maupun talent, menjadi ruang yang ingin terus saya eksplorasi.

Program ini juga memperkaya portofolio dan pengalaman nyata.

Yang akan sangat berharga ketika saya melangkah ke dunia profesional setelah magang berakhir.

Baca Juga: Mengenal Makna Ramadan Kareem vs Ramadan Mubarak, Mana yang Benar?

Saya merasa lebih siap menghadapi tantangan kerja karena sudah pernah merasakan dinamika tim, tekanan deadline, hingga perubahan peran yang cepat.

 

Refleksi dan Harapan ke Depan

Ketika saya melihat kembali perjalanan sejak Oktober hingga Ramadhan ini, saya menyadari betapa banyak hal yang telah saya pelajari.

Dari ruang editing yang sunyi hingga ruang live streaming yang penuh interaksi, semuanya membentuk saya menjadi pribadi yang lebih tangguh.

Saya bersyukur menjadi bagian dari Program Magang Nasional MagangHub dan mendapatkan kesempatan belajar di PT Pojok Satu Indonesia.

Tidak semua proses berjalan mulus, tetapi setiap tantangan membawa pelajaran yang berharga.

Kedepannya, saya berharap dapat terus berkembang di industri kreatif digital dan memanfaatkan pengalaman ini sebagai fondasi yang kuat.

Baca Juga: STTI Cirebon Cetak Insinyur Muda Siap Bersaing di Era Digital, Ini Visi Besarnya Menuju 2045

Saya juga berharap pengalaman saya dapat menjadi inspirasi bagi peserta MagangHub lainnya untuk tidak takut menghadapi perubahan.

Karena pada akhirnya, magang bukan hanya tentang bekerja selama enam bulan.

Magang adalah tentang menemukan versi terbaik diri kita melalui proses, tantangan, dan keberanian untuk terus belajar.***