Ngaku Tak Tahu Menahu Rencana Pembunuhan Joshua, Ini Isi Pleidoi Ricky Rizal Wibowo

Bripka Ricky Rizal dan istrinya Chacha Wibowo saat beranak satu (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Terdakwa Ricky Rizal Wibowo menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi di PN Jaksel terkait kasus tewasnya Brigadir Joshua.

Ricky Rizal Wibowo mengaku tidak tahu-menahu tentang adanya rencana pembunuhan terhadap Yosua dan menyangkal keterlibatannya dalam rencana tersebut.

Dia menyebut dirinya hanya sosok figuran dalam peristiwa pembunuhan Brigadir Yosua.

Selain itu, ia juga mengatakan dirinya hanya mengamankan senjata api pascakejadian agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


“Saya sebagai anggota Polri dan sebagai yang dituakan melakukan pengamanan senjata api tersebut sebagai bentuk antisipasi dan mitigasi resiko terjadinya keributan kembali diantara mereka,” kata Ricky.

Masih dengan uraian air mata dan suara yang terbata-bata, Ricky mengatakan, pengamanan itu didasari dari keributan yang terjadi antara korban Brigadir J dan terdakwa Kuat Maruf.

“Saya sebagai seorang anggota Polri, sebagai senior, dan sebagai yang dituakan melakukan tindakan pengamanan senjata api sebagai bentuk antisipasi mitigasi risiko terjadinya keributan kembali di antara mereka,” ucap dia.

Selain itu, pengamanan senjata api yang dilakukan sudah disampaikan Ricky kepada Yosua.

Dapat Perintah Sambo

Ricky Rizal Wibowo mengakui mendapatkan perintah untuk menembak Brigadir Yosua dari Ferdy Sambo.

Menurut Ricky, Sambo memberikan perintah itu saat dia dipanggil ke lantai tiga rumah pribadi atasannya tersebut di Jalan Saguling 3. Akan tetapi Ricky tidak sanggup.

“Saya diminta untuk backup dan mengamankan, ‘kamu backup saya, amankan saya, kalau dia melawan kamu berani enggak tembak dia?’. Setelah itu saya jawab, ‘saya tidak berani pak saya tidak kuat mentalnya’,” kata Ricky.

Dia menyatakan perintah itu diberikan Sambo karena atasannya tersebut ingin mengklarifikasi soal peristiwa yang terjadi di kediaman mereka di Magelang, Jawa Tengah, sehari sebelumnya.

Saat itu Sambo menyatakan Brigadir Yosua telah memperkosa istrinya, Putri Candrawathi.

Ricky Rizal dalam pledoinya juga menyampaikan tidak mengetahui permasalahan yang terjadi antara Brigadir Joshua dengan Putri Candrawathi.

Dia juga mengaku tidak tahu terkait adanya ancaman atau tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Yosua terhadap Putri Candrawathi.

Selain itu, Rcky mengatakan hubungan dirinya dengan Yosua baik-baik saja secara pribadi maupun secara kedinasan.

“Berdasar keterangan saksi hadir menyatakan tidak ada perintah kepada saya untuk mengamankan pistol almarhum Yosua dan dibuktikan juga dengan tes poligraf,” katanya.

“Selain itu, keterangan saksi Bapak Ferdy Sambo, Ibu Putri, Om Kuat, dan Susi juga membenarkan demikian,” kata Ricky Rizal Wibowo dalam pleidoinya. (ikror/pojoksatu)