Profil Lieus Sungkharisma, Dari Pendukung Jokowi jadi Loyalis Anies sampai Ditangkap Polisi

profil Lieus Sungkharisma, dari pendukung Jokowi jadi loyalis Anies Baswedan sampai ditangkap polisi
Profil Lieus Sungkharisma, dari pendukung Jokowi jadi loyalis Anies Baswedan sampai ditangkap polisi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Profil Lieus Sungkharisma, Dari Pendukung Jokowi jadi Loyalis Anies sampai Ditangkap Polisi.

Lieus Sungkharisma meninggal dunia di rumah sakit Pondok Indah, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, di usia 63 tahun.

Dikabarkan, Lieus Sungkharisma meninggal dunia karena sakit jantung.

Semasa hidup, Lieus Sungkharisma dikenal sebagai sosok aktivis yang sangat vokal.


Ia selalu melontarkan kritik pedas dan tajam kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Lieus Sungkharisma juga dikenal cukup dekat dengan Habib Rizieq Shihab dan kalangan Persaudaraan Alumni 212.

Berikut ini profil Lieus Sungkharisma, dari pendukung Jokowi jadi loyalis Anies Baswedan sampai ditangkap polisi.

 

Profil Lieus Sungkharisma

Lieus Sungkharisma memiliki nama asli asli Li Xue Xiung. Dia lahir di Cianjur, Jawa Barat, pada 11 Oktober 1959.

Lieus Sungkharisma merupakan keturunan Tinghoa dan beragama Budha.

Namanya mulai muncul pada Pilpres 2014 silam sebagai salah satu pendukung Jokowi yang cukup militan.

BACA: Lieus Sungkharisma Meninggal Dunia, Ini Penyakitnya

Bahkan saat itu ia pernah membuat lomba beertajuk ‘Surat untuk Jokowi’.

Beberapa tahun setelahnya, Lieus jadi sosok yang cukup keras mengkritik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat itu jadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi.

Menurutnya, Ahok sama sekali tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pemimpin di DKI Jakarta.

Salah satu yang dikritik Lieus adalah janji Ahok membangun MRT dengan konsep bawah tanah.

Akan tetapi yang terjadi kemudian adalah, Ahok membangin MRT dengan konsep jalan layang.

Sikap tersebut makin kentara saat Pilkada DKI 2017 dimana ia menyatakan diri sebagai pendukung Anies Baswedan yang berpasangan dengan Sandiaga Uno.

BACA: Keluarga Akidi Tio Sumbang 2 Triliun, Lieus Sungkharisma Ingat Superiman yang Digagasnya

Sejak saat itu pula, Lieus makin menunjukkan kritik keras dan pedas kepada pemerintahan.

Salah satunya mulai dekat dengan Habib Rizieq Shihab.

Selain itu, Lieus juga terlibat aktif dalam aksi 212 yang mengantarkan Ahok ke penjara dalam kasus penistaan agama.

Sikap berseberangan itu juga ditunjukkan Lieus dengan tak lagi menjadi pendukung Jokowi.

Melainkan mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Lieus Sungkharisma juga pernah ditangkap Polda Metro Jaya atas tudingan kasus makar.

BACA: Singgung Pesantren HRS, Lieus Sungkharisma Tulis Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi

Lieus saat itu ditangkap bersama Eggi Sudjana dan Kivlan Zen yang sama-sama berseberangan dengan pemerintah.

Mereka dituduh melakukan makar karena terus menyuarakan people power serta menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019.

Selain dikenal sebagai aktivis, Lieus Sungkharisma juga pernah mendirikan partai poltik tapi gagal.

Di Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (PARTI), Lieus Sungkharisma menjabat sebagai ketua umum.

Ia juga dikenal banyak bergelut dalam organisasi masyarakat.

Sejumlah jabatan sebagai ketua umum pernah dijabatnya semasa hidup.

BACA: Lieus Sungkharisma Desak Jokowi Perintahkan Prabowo Sambut Habib Rizieq secara Khusus lalu Dibawa ke Istana

Di antaranya Ketua DPP Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) dan DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Juga Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabuddhi) pada tahun 1985, Perhimpunan Pengusaha Tionghoa DKI Jakarta, sampai Multi Culture Society, sekaligus Wakil Presiden The World Peace Committee.

Lieus tercatat juga pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Depinas SOKSI (Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) periode 1986-1991.

Konten menarik lainnya dari PojokSatu.id bisa dibaca melalui Google News KLIK DI SINI.

Itulah informasi profil Lieus Sungkharisma, dari pendukung Jokowi jadi loyalis Anies Baswedan sampai ditangkap polisi. (*/pojoksatu)