Pleidoi Ferdy Sambo : Saya Seolah Penjahat Terbesar Sepanjang Sejarah Manusia

Ferdy Sambo minta Kapolri pulihkan nama baiknya di sidang pleidoi atau pembelaan (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Menurut Ferdy Sambo dalam pleidoinya di PN Jaksel, beragam tuduhan telah disebarluaskan di media dan masyarakat seolah dia penjahat terbesar sepanjang sejarah manusia.

Ferdy Sambo juga menyatakan selama 28 tahun bekerja sebagai penegak hukum dan menangani berbagai perkara kejahatan termasuk pembunuhan, dirinya belum pernah menyaksikan tekanan yang begitu besar terhadap seorang terdakwa seperti yang dialaminya.

Menurutnya framing media dan genjarnya informasi bohong atau hoax secara intens terhadap dirinya dan keluarga di dalam maupun di luar persidangan telah memengaruhi persepsi publik.

Hal ini membuat prinsip praduga tidak bersalah dan prinsip negara hukum yang memberikan hak atas jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan sama bagi semua warga negara sudah tidak lagi dilakukan untuk dirinya.


“Sejak awal saya ditempatkan sebagai terperiksa dalam perkara ini, beragam tuduhan telah disebarluaskan di media dan masyarakat, seolah saya adalah penjahat terbesar sepanjang sejarah manusia,” ujar Sambo saat membacakan pleidoinya.

Tak hanya sampai di situ, tudingan sebagai bandar narkoba dan judi, melakukan perselingkuhan dan menikah siri dengan banyak perempuan.

Kemudian melakukan LGBT, memiliki bungker yang penuh dengan uang, sampai dengan penempatan uang ratusan triliun dalam rekening atas nama Yosua sengaja disebarkan untuk menggiring opini.

Sehingga hukuman paling berat harus dijatuhkan tanpa perlu mendengar dan mempertimbangkan penjelasan dari dirinya sebagai terdakwa.

Bintang Bhayangkara Pratama

Dalam nota pembelaan ini, Ferdy Sambo juga menyebutkan sejumlah prestasi yang diperoleh selama menjadi anggota Polri.

Sambo mengaku telah mendapatkan penghargaan tertinggi dari Polri berupa enam pin emas Kapolri.

Pengabdiannya selama 28 tahun menjadi anggota Polri, juga kepada nusa dan bangsa membuat dirinya dianugerahi Bintang Bhayangkara Pratama yang diberikan Presiden RI.

“Saya juga telah mendapatkan penghargaan tertinggi dari Polri berupa 6 Pin Emas Kapolri atas pengungkapan berbagai kasus penting di Kepolisian,” ujar Sambo saat membacakan pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023). (ikror/pojoksatu)