DPP Nasdem Respon Teror Ular Kobra Hitam ke Wahidin Halim Saat Anies Mau ke Banten

Mantan Gubernur Banten Wahidin Halim (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— DPP NasDem merespon teror ular kobra hitam yang dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK) ke Wahidin Halim jelang kedatangan Anies Baswedan ke Banten.

DPP NasDem meminta Polda Banten merespon teror ini dengan turun tangan mengusut  pelemparan ular kobra hitam ke rumah mantan Gubernur Banten periode 2017- 2022 ini.

“Kami meminta Polda Banten mengusut tuntas pelaku teror di rumah Wahidin Halim, serta membongkar motif dan otak dari peristiwa tersebut,” kata Ketua DPP NasDem Taufik Basari kepada wartawan, Rabu (25/1/2022).

Dia mengatakan tidak boleh ada teror yang dibiarkan tanpa penegakan hukum. Dan penindakan harus dilakukan tanpa pandang bulu, siapun latar belakang pelaku dan dalangnya.


Terlepas dari apa latar belakang teror ular kobra ini, tentunya aparat keamanan memiliki tanggung jawab dalam memastikan setiap kegiatan partai politik berjalan aman dari gangguan pihak manapun.

Baca Juga :

Kronologi Rumah Wahidin Halim Dilempar 20 Ekor Ular Kobra Jelang Kedatangan Anies Baswedan

“Saya garis bawahi pihak manapun. Karena upaya menghalang-halangi, menghambat, mengganggu, mengintimidasi, mengancam kegiatan politik dan pendidikan politik, akan merusak demokrasi,” katanya.

“Tentu kita ingin menjaga agar kehidupan demokrasi di Indonesia tetap sehat, beretika dan bermartabat dan jangan sampai dikotori oleh praktek politik kotor yang jahat dan tidak beradab,” katanya.

Disinggung teror ular kobra hitam ini terkait jelang kedatangan Anies Baswedan ke rumah Wahidin Halim, Nasdem ogah berspekulasi.

“Kami tidak mau berspekulasi apakah teror tersebut berkaitan dengan kedatangan calon presiden yang dideklarasikan Partai NasDem atau tidak, kami serahkan pengusutannya kepada aparat penegak hukum,” kata Taufik.

 

Wahidin Duga Terkait Kedatangan Anies

Wahidin Halim atau WH mengaku tak mengetahui siapa pelaku pelemparan puluhan ular kobra ke rumahnya.

“Kata penjaga sih naik motor,” ungkap WH melalui telepon seluler, Rabu (25/1).

WH menduga pelemparan ular itu ada kaitannya dengan rencana kedatangan Capres Nasdem, Anies Baswedan, ke rumahnya.

“Kami akan tetap berjuang. Alhamdulillah Allah masih melindungi kami. Bayangkan itu kalau digigit bisa meninggal. Tapi kami tak gentar, ”ujarnya.

Menurut Wahidin Halim, pelemparan ular kobra ini merupakan teror politik terhadap Anies Baswedan dan dirinya sebagai politisi Nasdem. (ikror/pojoksatu)