Sambo ‘Menyerang’ Sekaligus, Ungkap Prestasi 28 Tahun Jadi Polisi, Merasa Difitnah Bandar Judi dan LGBT

Ferdy Sambo dan Brigadir Joshua saat berseragam polisi (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Terdakwa Ferdy Sambo melakukan nota pembelaan atau pleidoi dengan menyerang sekaligus jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntutnya penjara seumur hidup.

Sambo membeberkan prestasinya yang gemilang selama 28 tahun menjadi polisi. Di sisi lain, tudingan bandar judi, LGBT, dan selingkuh, dianggapnya sebagai fitnah pada dirinya.

Ferdy Sambo ogah dijerat dengan hukuman seumur hidup dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Joshua.

Sambo melakukan pembelaan atau pleidoi di depan majelis hakim pada Selasa (24/1) di PN Jaksel.


Pembelaan tersebut dengan cara membeberkan prestasinya selama menjadi anggota Polri.

Baca Juga :

Kejagung Sebut Perselingkuhan Putri dan Brigadir J Hanya Ini dalam Tuntutan Jaksa

 

Sambo membeberkan prestasinya itu agar majelis hakim mempertimbangkan hukum seumur hidup terhadap dirinya.

Hal tersebut disampaikan Sambo saat pembacaan nota pembelaan atau pledoi dalam sidang lanjutan di PN Jaksel, Selasa, 24 Januari 2023.

“Saya telah 28 tahun mengabdikan diri kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, kepada nusa dan bangsa,” kata Sambo.

Sehingga atas kesetiaan dan dharma bakti tersebut, lanjut Ferdy Sambo, dirinya telah dianugerahi Bintang Bhayangkara Pratama yang diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Sambo mengatakan ada sejumlah prestasi yang ia raih selama menjadi aggota Polri, salah satunya ia berhasil meraih enam pin emas Kapolri.

Hal ini didapatkannya saat berhasil membongkar sejumlah kasus penting.

“Antara lain pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional dengan penyitaan barang bukti empat ton, 212 kilogram sabu,” ucap Sambo.

Kemudian, lanjut Sambo, pengungkapan buronan kasus Djoko Chandra.

“Pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang yang menyelamatkan pekerja migran Indonesia di luar negeri,” ungkap dia.

Tak hanya itu, tambah Ferdy Sambo, masih banyak kasus besar lainnya selama dia menjadi anggota Polri aktif.

“Masih anyak pengungkapan kasus besar lainnya,” tutur dia.

Karena itu, Ferdy Sambo berharap majalis hakim untuk mempertimbangkan hukuman seumur hidup terhadap dirinya.

 

Merasa Difitnah LGBT dan Bandar Judi

Ferdy Sambo curhat saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi di persidangan di PN Jaksel.

Mantan Kadiv Propam Polri itu merasa difitnah soal bandar judi, selingkuh, hingga LGBT, usai terlibat kasus pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat.

Menurutnya, sejak awal dia ditempatkan sebagai terperiksa dalam perkara ini, beragam tuduhan telah disebarluaskan di media dan masyarakat, seolah dia adalah penjahat terbesar sepanjang sejarah manusia.

“Saya telah dituduh secara sadis melakukan penyiksaan terhadap almarhum Yosua sejak dari Magelang, begitu juga tudingan sebagai bandar narkoba dan judi, melakukan perselingkuhan dan menikah siri dengan banyak perempuan,” katanya.

“Perselingkuhan istri saya dengan Kuat, melakukan LGBT, memiliki bunker yang penuh dengan uang, sampai dengan penempatan uang ratusan triliun dalam rekening atas nama Yosua,” ujarnya lagi.

Sambo menyatakan tudingan kepada dirinya itu tidak benar. Sambo mengatakan ada yang menggiring opini seolah-olah dirinya menyeramkan.

“Sehingga hukuman paling berat harus dijatuhkan tanpa perlu mendengar dan mempertimbangkan penjelasan dari seorang terdakwa seperti saya,” ujarnya.(mufit/ikror/pojoksatu)