Beralibi Menutup Aibnya, Kowad Letda GER Ternyata Berulangkali Hubungan Intim dengan Mayor Paspampres

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Kowad Letda Caj GER sudah berulangkali hubungan intim dengan perwira Paspampres Mayor Inf BF. Letda GER melaporkan kasus ini sebagai alibi menutup aib sendiri.

Menurut pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri, Letda Caj GER sengaja mengemas kasusnya dengan mayor paspampres itu sebagai pemerkosaan diduga dilatarbelakangi beberapa faktor, ekspresi dendam dan menutup aib sendiri.

“Mengapa ada orang (dalam hal ini perempuan) yang melakukan relabelling? Jawabannya adalah, misalnya, sebagai ekspresi dendam, menutupi aib,” tutur Reza kepada Pojoksatu.id, Jumat (9/12).

Kemudian, Reza menjelaskan mengapa ada orang dalam hal ini perempuan, melakukan relabelling. Beberapa alasan menjadi penyebab orang tersebut relabelling atau penjulukan atau cap pada dirinya.


“Jawabannya adalah, misalnya, sebagai ekspresi dendam, menutupi aib, menyelubungi perasaan bersalah, dan menghindari amarah pasangan” katanya.

Baca Juga :

Ini Kronologi Pemerkosaan yang Dialami Letnan Dua Kostrad oleh Paspampres Mayor Bagas

Dalam kasus-kasus relabelling, merupakan bentuk false accusation atau tuduhan palsu, dan tidak seharusnya menciptakan sikap apriori.

“Relabelling sebagai bentuk false accusation memunculkan keinsafan, khususnya pada diri saya, bahwa keberpihakan pada korban tetap tidak seharusnya memunculkan sikap apriori,” katanya.

“Bahwa kejadian diyakini adalah sama persis seperti yang disampaikan oleh orang yang mengaku sebagai korban, bahwa orang mengaku sebagai korban sama sekali tidak mungkin berbohong,” ujarnya.

Kemudian, hal lain yang perlu diwaspadai adalah bias implisit.

Dimana kita menilai seseorang berdasarkan ras, agama, kelas sosial, dan jenis kelamin tertentu. Dalam hal ini, pria akan melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan.

“Demikian pula implicit bias yang menganggap bahwa jenis kelamin tertentu pasti pelaku dan jenis kelamin lainnya pasti korban. Cara pandang seksis sedemikian rupa juga harus dihindari,” katanya.

Serupa Kasus Putri dan Joshua

Reza Indragiri mengaku sudah menduga bahwa kasus Mayor Inf BF ke Letda GER bukanlah murni kejahatan pemerkosaan.

Melainkan kasus tersebut hampir serupa dengan kasus Putri Candrawathi yang mengklaim sebagai kasus pelecehan seksual.

“Sebagaimana pandangan saya pada kasus PC dan kasus Jombang. Yakni, relasi seks yang sesungguhnya konsensual diubah narasinya menjadi kejahatan seksual,” kata Reza.

 

Panglima TNI Marah

Sementara itu Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sampai marah dan menyebut keduanya akan menjadi tersangka dan bakal diberi hukuman tambahan dipecat dari Dinas TNI AD.

Kata Jenderal Andika dari hasil pemeriksaan, kedua belah pihak saling suka sama suka dan sudah sering melakukan hubungan intim.

“Dari pemeriksaan ternyata tidak seperti laporan awal. Laporan awal kan dugaan pemerkosaan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis, 8 Desember 2022.

“Tapi ternyata dalam berjalan pemeriksaan ada perkembangan baru yang menyatakan, atau mengindikasikan ini tidak dilakukan dengan paksaan,” jelas Andika.

Andika mengatakan, tindakan asusila itu tidak hanya terjadi sekali saja.

Untuk itu kedua oknum anggota TNI yang sudah jenjang perwira ini akan menjadi tersangka atas perbuatannya.

“Nah, berarti suka sama suka dan beberapa kali kan bukan pemerkosaan. Sehingga, arahnya adalah keduanya menjadi tersangka,” katanya. (ikror/pojoksatu)