Selidiki Keterlibatan Keluarga Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Begini Penjelasan Polisi

Konprensi Pers bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pasca bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, tiga anggota keluarga pelaku Agus Jarno atau Agus Muslim langsung dilakukan pemeriksaan.

Tiga anggota keluarga pelaku, saat ini masih terus dilakukan pendalaman ada tidaknya keterlibatan ketiganya dalam kasus bom bunuh diri tersebut.

“Tiga keluarga pelaku dimintai keterangan terkiat peristiwa bom bunuh diri,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan.

Menurut Jenderal bintang satu ini, bila dalam pemeriksaan ketiganya tak ditemukan keterlibatan dalam kasus bom bunuh diri, maka penyidik pun akan memulangkan tiga keluarga pelaku bom bunuh diri tersebut.


BACA : BNPT Ungkap Penyebab Polri Kerap Jadi Sasaran Para Teroris, Oh Ternyata Karena Dendam Ini

“Tentunya bila 3 keluarga tidak ada keterlibatan tentu akan dikembalikan,” ujarnya.

Selain itu, Brigjen Ramadhan membantah pihaknya telah melakukan penangkapan paksa terhadap tiga keluarga pelaku bom bunuh tersebut.

“Tadi sudah dijelaskan, dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan alasan para teroris kerap menyerang institusi Polri, karena memang Polri menjadi ancaman besar bagi kelompok teroris di tanah air.

Dengan Polri menjadi ancaman bagi kelompok teroris, kata Boy Rafli, maka Polri pun dijadikan target aksi balas dendam.

“Memang selama ini di kalangan kelompok pelaku terorisme, kepolisian lah yang selama ini dianggap terdepan menjadi ancaman bagi mereka,” kata Boy Rafli di Bandung. (Firdausi/pojoksatu)