BMKG Keluarkan Peringatan Dini Terkait Gelombang Tinggi di Beberapa Wilayah Ini

BMKG (sumber BMKG)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 8 sampai 9 Desember 2022.

Lebih lanjut BMKG menjelaskan, jika pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat Daya- Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot.

Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka, perairan barat Aceh, dan Laut Natuna Utara,” kata BMKG dalam pernyataannya, Kamis 8 Desember 2022.


Kondisi tersebut, lanjut BMKG, menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25-2.50 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh-Kepuluan Mentawai, perairan timur P Simeulue, perairan PEnggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Nias-Mentawai, Teluk Lampung bagian selatan, Selat Sunda bagian barat-selatan, perairan selatan Banten-Jawa Barat, perairan selatan Jawa Timur-P. Sumba.

BACA : Gempa 6,1 M Guncang Sukabumi, Getaran Terasa Hingga Jakarta dan Sekitarnya

Kemudian di Selat Bali-Lombok-Alas bagian Selatan, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, perairan selatan P. Sawu, Laut Sawu bagian selatan, Samudra Hindia Selatan NTB-NTT, perairan Kep. Anambas-Kep. Natuna, perairan Kep. Sangihe-Kep. Talaud, perairan Bintung-Kep. Sitaro, Laut Maluku bagian utara, perairan utara dan timur Kep. Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat-Papua, Samudra Pasifik Utara Halmahera-Papua.

“Sedangkan pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50-4.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Aceh, perairan selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia Barat Bengkulu-Lampung, Samudra Hindia Selatan Jawa-Bali, Laut Natuna Utara,” ujar BMKG.

Untuk itu, pihaknya selalu menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

“Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut beresiko terhadap keselamatan pelayaran
Untuk masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” jelas BMKG. (ade/pojoksatu)