Terungkap, Sopir Kuat Maruf Akui Brigadir Joshua Tak Lecehkan Putri di Sofa Magelang

Kuat Maruf di sidang pembunuhan Brigadir Joshua (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sopir Kuat Maruf mengakui bahwa Brigadir Joshua tak melakukan pelecehan seksual pada Putri Candrawathi di sofa rumah di Magelang.

Sopir Kuat Maruf mengungkap kejadian di sofa di Magelang pada 4 Juli 2022 lalu ketika Brigadir Joshua mau mengangkat Putri dari sofa, namun itu urung dilaksanakan.

Kesaksian Kuat ini terungkap di sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua dengan terdakwa Bripka RR dan Bharada E di PN Jaksel, Senin (5/12/2022).

Kuat menceritakan kejadian sebenarnya pada 4 Juli 2022 di rumah Ferdy Sambo di Magelang kepada majelis hakim.


Saat itu Kuat dipanggil ART Susi untuk menemui PC yang berada di ruang tengah rumah.

Baca Juga :

Betapa Kagetnya Hakim Wahyu Barang Berharga Putri Candrawathi Sering Dipakai Joshua

Saat itu, PC tengah terbaring di sofa menanyakan kepada Kuat terkait pamong anak sekolah.

“Jadi ceritanya begini saya dipanggil sama Susi ‘Om dipanggil ibu’ saya datang ke situ ibu menanyakan soal pamong anak sekolah, saya bilang ‘Izin ibu untuk pamong belum ada kabar, berkenan saya ke sekolahan’ terus kata ibu ‘Nggak usah nanti kamu diusir lagi’,” kata Kuat.

Kemudian, Kuat mengaku tiba-tiba melihat Yosua datang menghampiri PC yang terbaring di sofa. Yosua sempat bertanya mengapa PC tidur di sofa.

“Terus tiba-tiba saya lupa lagi Yosua arahnya dari mana, datanglah sambil ngomong ‘Lho kok tidur di sini Bu, kalau memang sakit jangan di sinilah’ terus Yosua lewat depan karena dia mau ngangkat, seingat saya ditepis sama ibu,” kata Kuat.

“Terus saya di situ langsung bilang ‘Oh ini ibu lho’ saya gituin ‘Ini ibu lho’ ‘Ya tapi jangan di sini’ ‘Ya sabar ini ibu lho’ saya gituin,” kata Kuat Maruf menirukan percakapan dengan Brigadir Joshua saat itu.

Setelah itu, Kuat melihat Yosua pergi ke garasi dan balik lagi menghampiri Putri sambil turut serta mengajak Bharada E.

Di sana, Eliezer diminta Yosua untuk ikut membantu membopong PC. Namun PC tak mau diangkat kedua ajudan itu.

“Setelah itu Yosua ke garasi masuk sama Om Icad. Seingat saya, Om Icad dan Yosua masuk ‘Richard angkat Cad’ Om Icad masuk kayaknya sih tangannya ibu begini. Jadi Om Icad nggak ngomong apa-apa langsung balik kanan ditinggal pergi,” kata Kuat.

Tim pengacara Bripka RR lalu bertanya apakah peristiwa bopong-bopongan itu merupakan motif adanya pelecehan seksual terhadap PC. Kuat menyebut peristiwa itu bukan pelecehan seksual.

“Apakah motifnya di sana dinyatakan ada kekerasan seksual atau gimana?” tanya pengacara RR.

“Itu bukan pelecehan seksual Pak,” kata Kuat Maruf.

“Itu bukan pelecehan seksualnya?” tanya ulang pengacara RR.

“Iya nggak ada itu Pak,” jawab Kuat lagi. (ikror/pojoksatu)