Pakar Psikologi Ungkap Dugaan Motif Mayor Inf BF Perkosa Perwira Kostrad Letnan Dua GER

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mengungkap dugaan motif Mayor Inf BF, Wadanden 2 Grup C Paspampres, melakukan pemerkosaan terhadap perwira Kostrad Letnan Dua TNI GER.

Dari analisanya, Mayor Inf BF melakukan aksi nekatnya kepada perwira pertama Kostrad Letnan Dua (Letda) TNI GER karena diduga tengah berada dalam pengaruh miras atau narkoba.

“Lantas apa yang melatari kenekadannya itu? Rasanya tak mungkin sekonyong-konyong dia kehilangan kecerdasannya. Kecuali jika ada pengaruh narkoba atau miras,” kata Reza saat dihubungi pojoksatu.id, Selasa (6/12/2022).

Dengan menggunakan narkoba atau miras, Mayor Inf Bagas Firmasiaga (BF) jelas mempunyai keberanian serta kehilangan akal sadarnya.


Sebab perbuatan Mayor Bagas itu resikonya akan berdampak kepada karirnya di TNI.

Baca Juga :

Diperkosa Oknum Paspampres, Sosok Korban Letda Caj Kowad GER Masuk Akmil 2017 dan Lulus Tahun 2021

“(Penggunaan narkoba atau miras) yang memang bisa membuat pemakainya kehilangan akal sehat,” tuturnya.

Seperti diketahui, siasat licik Mayor Inf Bagas Firmasiaga, perwira Paspampres Grup C rudapaksa Letda TNI Kowad GER saat KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022.

Saat itu, Mayor Bagas punya cara jitu sampai bisa masuk ke dalam kamar hotel Letda TNI GER. Sang juior pun tak pernah curiga.

Tindakan tak terpuji Mayor Inf Bagas dilakukan dengan modus berpura-pura melakukan koordinasi.

Hal itu terjadi pada malam hari dengan mendatangi secara khusus kamar hotel Letnan Dua Caj (K) GER yang menginap saat pengamanan KTT G20.

Tanpa menaruh curiga, sebagai junior, Letnan Dua Caj (Kowad) GER membukakan pintu dan keduanya duduk di sofa kamar secara terpisah.

Namun karena saat itu kondisi Letnan Dua Caj (K) GER sedang kurang fit, tiba-tiba badannya merasa lemas.

Pada momen tersebut, Mayor Bagas langsung melampiaskan nafsunya.

Dirinya baru sadar saat keesokan paginya, Letnan Caj Kowad GER langsung syok melihat kondisi tubuhnya.

Insiden tersebut membuat perwira Kostrad Letnan Dua Caj (Kowad) GER trauma dan takut akan dibunuh atau menerima tindakan kasar lainnya jika bersuara. (firdausi/pojoksatu)