Kamaruddin Ungkap Dendam Ferdy Sambo ke Joshua Gara-gara 2 Wanita Cantik Ini

Kamaruddin Simanjuntak pengacara keluarga Brigadir Joshua (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Pengacara keluarga Joshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak, mengungkap dendam Ferdy Sambo ke Brigadir Joshua gara-gara dua wanita cantik.

Kamaruddin menyebut ada 2 wanita diduga dekat dengan Sambo, yaitu seragam cokelat ‘piala bergilir’ dan wanita cantik berambut pendek yang nangis di rumah Sambo Juni 2022 lalu.

Kamaruddin Simanjuntak menyebut bahwa wanita yang menangis itu adalah sosok yang selama ini ia sebut sebagai Si Cantik.

Bahkan menurut dia, kejadian di Jalan Bangka itu jugalah yang memicu dendam bagi Ferdy Sambo kepada Brigadir J.


Sejak kejadian itu kata dia, Brigadir J kerap mendapat ancaman.

Baca Juga :

Bharada E Ungkap Wanita Rambut Pendek Nangis di Rumah Sambo, Kamaruddin : Itulah si Cantik

“Ferdy Sambo begitu benci kepada Yosua karena Yosua ini dianggap awalnya berpihak kepada Putri karena dia sebagai ajudan Putri ikut dianggap memberi tahu Si Cantik itu ketika mereka cari-cari sampai pakai senjata laras panjang di daerah Kemang itu,” tutur Kamaruddin Simanjuntak di Youtube Metrotvnews seperti dilihat Senin (5/12/2022).

Bahkan Kamaruddin menyebut bahwa wanita yang menangis di rumah Ferdy Sambo itu adalah Si Cantik.

“Kemudian itulah yang masuk sampai ke rumah Bangka itu dan di sana juga si Cantik itu juga ada yang menangis,” ungkapnya.

Mendengar itu, sang host pun tampak terkejut dan menegaskan sosok wanita misterius tersebut.

Baca Juga :

Tanggal 5 Juli Ternyata Putri Candrawathi ke Mal Bareng Joshua dan Richard Eliezer di Jogjakarta

“Jadi wanita yang menangis adalah Si Cantik yang selama ini Bang Kamaruddin bilang?,” tanya host.

“Salah satu, salah satunya itu adalah yang piala bergilir, yang wanita cokelat itu. Satu lagi yang nangis di rumah Bangka,” kata Kamaruddin Simanjuntak.

Kemudian Kamaruddin Simanjuntak pun menegaskan kalau Si Cantik yang ia maksud ini ada lebih dari satu orang.

“Ada lebih dari satu, satu itu yang berseragam cokelat itu yang disebut piala bergilir, yang menginformasikan ke saya orang intelejen saya, jenderal juga dari Akpol 87,” kata dia.

Ia pun menjelaskan hubungan Si Cantik ini dengan kematian Brigadir Joshua.

“Hubungannya karena si PC ini kan sering mengajak ajudannya, salah satunya Yosua, dianggap dia memberi tahu keberadaan wanita ini. Padahal namanya ajudan, diperintah-perintah kan oleh PC ya tentu dia mengikut,” ungkapnya.

Hal itulah yang diduga sebagai pemicu dendam dari seorang Ferdy Sambo kepada Brigadir J.

“Kemudian di situlah awal dendamnya FS pertama di bulan Juni, dia sudah sering diancam,” tegasnya.

Tak hanya itu, Kamaruddin Simanjuntak juga menyebut kalau perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir J sudah jauh hari.

“Terbukti RR itu di Magelang dia sudah melucuti senjatanya Yosua, artinya perencanaan itu sudah mereka rencanakan jauh-jauh hari. Kuat Maruf juga mengancam Yosua dengan pisau, tapi pisaunya tidak dilucuti,” beber Kamaruddin Simanjuntak.

Hal itu juga menurut dia sejalan dengan pernyataan Bharada E yang mengungkap pembicaraan Ricky Rizal yang ingin menabrakkan mobil yang ditumpangi Brigadir J.

“Nah itu juga bersambung dengan keterangan rekan ini bahwa sebenarnya di jalan juga si Ricky Rizal bercerita kepada Bharada E bahwa dia hendak menabrakkan mobilnya di sebelah kiri. Setelah kejadian diceritakan itu kan. Artinya perencanaan itu sudah jauh,” jelasnya.

Perencanaan itu kemudian dibuatkan skenarionya oleh Ferdy Sambo di Jakarta tepatnya di rumah pribadi Sambo di Jalan Saguling.

“Kemudian apa yang direncanakan di Saguling itu juga yang diperankan Putri di rumah Duren Tiga. Artinya ini jauh sebelum pembunuhan itu sudah mereka rencanakan dengan sangat baik,” jelasnya.

Sebelumnya, sosok wanita yang menangis saat keluar dari rumah Ferdy Sambo diungkap Bharada Richard Eliezer saat menjadi saksi bagi terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Maruf di PN Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).(ikror/pojoksatu)