Hubungan Mantra dan Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres Diungkap, Begini Penjelasan Polisi

tkp rumah korban tewas satu keluarga di Kalideres

POJOKSATU.id, JAKARTA-  Penyidik Polda Metro Jaya telah menemukan barang bukti baru di kediaman satu keluarga yang menunggal di Kalideres, Jakarta Barat.

Barang buktu baru itu berupa mantra-mantra yang tertulis di salah satu kain di kediaman satu keluarga yang meninggal di Kalideres.

“Kita temukan mantra-mantra yang tertulis du kain rumah korban,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Sabtu (3/12/2022).

Kombes Hengki tak merinci isi atau bunyi mantra-mantra yang menempel di kain di rumah para korban.


Hanya saja, Kombes Hengki menduga mantra itulah yang menjadi penyebab para korban mengakhiri hidupnya.

“Ini masih diselidiki ya isi mantra,” ujarnya.

Selain itu, kabarnya mantra tersebut berhubungan dengan kepercayaan satu keluarga yang tewas di Kalideres.

Akan tetapi pihak kepolisian, belum memastikan apakah mantra itu berhubungan dengan tradisi keluarga besar atau tidak.

Dari informasi yang diperoleh, gulungan mantra yang ditemukan di kediaman korban juga hampir dimiliki oleh warga lain di perumahan korban tersebut.

BACA : Margaretha Keluarga Kalideres yang Meninggal Mei, Ternyata Sempat Kirim Foto Terakhir September Lalu

Sebab mantra ini juga dipercaya sebagai penangkal bala. Hal ini merupakan kepercayaan turun-temurun dari adat Cina.

Seperti diketahui, temuan empat mayat dalam satu rumah ini terjadi pada Kamis (10/11) malam. Asal mula pengungkapan saat Ketua RT mendapat laporan dari petugas PLN yang hendak memutus aliran instalasi listrik.

Namun petugas PLN menciun bau tidak sedap. Atas hal itulah, ia melaporkan kepada Pak RT setempat.

Mendapat laporan itu, Pak RT kemudian bergegas ke rumah 4 anggota keluarga tersebut.

Saat pintu rumah dibuka bersama dengan petugas kepolisian, rupanya satu aggota keluarga sudah meninggal dunia.

Keempat orang yang ditemukan tewas itu bernama Budyanto Gunawan (71) yang merupakan kepala rumah tangga, kemudian istrinya K. Margaretha Gunawan (68), anaknya Dian (42), serta adik ipar R

Dua jenazah pria dan wanita ini berada di tergeletak di ruang tamu dan kamar tengah. (Firdausi/pojoksatu)