Derita Penyakit Gula, Eks Menteri Ferry Mursyidan Disebut Meninggal di Basement Hotel Bidakara

Eks Menteri ATR BPN Ferry Mursyidan Baldan meninggal dunia (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Eks Menteri Ferry Mursyidan Baldan disebut meninggal di mobil di basement hotel Bidakara. Penjelasan keluarga, Ferry menderita penyakit gula atau diabetes.

Ferry Mursyidan Baldan adalah eks Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN yang menjabat dari 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016 pada Kabinet Kerja Presiden Jokowi.

Ferry Mursyidan yang berusia 61 tahun ini ditemukan meninggal dunia di dalam mobil di basement Hotel Bidakara Jakarta Selatan.

Hal itu disampaikan Ketua RT 1 RW 3 Jalan Anggrek Cendrawasih IX No 24, Kemanggisan, bernama Taufan (59).


Dia mengatakan tahu informasi itu dari istri almarhum Ferry.

Baca Juga :

Ceramah Habib Rizieq Shihab di Reuni 212 Singgung Tantangan di Masjid Istiqlal hingga Izin Polisi

“Kemarin ada acara di Hotel Bidakara. Sore malam telepon nggak aktif, kok nggak ada kabarnya,” jelas Taufan, Jumat (2/12).

“Sampai tadi setelah Jumatan dapat kabar dari Bidakara, Pak Ferry itu ditemukan di basement dalam mobilnya,” kata Taufan lagi.

Taufan mengatakan Ferry merupakan teman semasa kecilnya. Dia mengenang momen ngobrol bersama Ferry setiap hari.

“Pertemanannya baik, sama teman sebayanya juga baik, sampai sekarang ini baik semua,” jelasnya.

“Justru jadi menteri juga dia nggak ada pilih kasih sama kita, sebelum menteri sesudah menteri walaupun jadi menteri sama baiknya,” ucapnya.

Dia mengatakan, berdasarkan informasi dari istri almarhum, Ferry menderita penyakit diabetes atau penyakit gula. Dia mengatakan rencananya jenazah Ferry akan dimakamkan besok.

“Kalau itu tadi istrinya bilang ada diabetes,” paparnya.

Tiba di Rumah Duka

Jenazah Ferry Mursyidan tiba di rumah duka Jumat siang pada pukul 15.29 WIB.

Tangis keluarga pecah saat jenazah mantan Menteri ATR itu dibawa masuk ke rumah.

Keranda jenazah diturunkan dari ambulans oleh beberapa orang.

Saat jenazah turun, keluarga, kerabat, dan sahabat yang telah ada di rumah duka tampak berderai air mata.

Istri almarhum terlihat menangis histeris. Sampai saat ini, rumah duka masih didatangi oleh warga sekitar yang melayat. (ikror/pojoksatu)