Soal Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres, Pakar Forensik Sebut Ada Tekanan Batin, Ini Faktanya

Polisi masih menyelidiki tujuan penjualan rumah keluarga Kalideres Jakbar (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel sudah menduga sejak awal bahwa penyebab kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat adalah bunuh diri yang termotivasi karena nilai-nilai spritual tertentu.

“Beberapa waktu lalu saya berspekulasi, tidak tertutup kemungkinan penyebab kematian keluarga Kalideres adalah bunuh diri yang termotivasi oleh nilai spiritualitas tertentu,” kata Reza kepada pojoksatu.id, Kamis (1/12/2022).

Reza juga menduga kematian satu keluarga itu berdasarkan kesepakatan semua anggota keluarga.

Hal itu juga dibuktikan karena kematian satu keluarga di Kalideres itu tidak berlangsung serentak.


“Karena kematian tidak berlangsung serentak, dan anggota keluarga termuda meninggal dunia paling akhir, tidak tertutup kemungkinan bahwa kematian (bunuh diri) dilakukan berdasarkan kesepakatan,” ujarnya.

Karena itu, Reza beranggapan sekte yang dianut satu keluarga di Kalideres itu diduga merupakan tekanan batin akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut ia contohlan dengan tragdedi yang terjadi di Perancis. Di mana pemerintah setempat sampai mengalokasikan dana hingga 1 juta Euro guna meningkatkan pengawasan terhadap sekte-sekte yang membahayakan masyarakat sekitar.

BACA : Polisi Sampe Terheran-heran Tujuan Ritual Pake Kemenyan Satu Keluarga di Kalideres, Bikin Merinding

“Pemunculan sekte di masa pandemi lalu memang masif di sejumlah wilayah. Di Perancis saja ada lima ratusan sekte baru. Sekte-sekte dikhawatirkan membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Reza mendesak pihak kepolisian agar segera menyelesaikan kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat tersebut.

“Apa pun penyebab kematian satu keluarga di Kalideres itu, Polda Metro Jaya perlu selekasnya menyelesaikan, sehingga tidak mendorong terjadinya penularan bunuh diri (suicide contagion) di tengah masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya sudah mengumpulkan hasil pemeriksaan dan pendalaman terkait kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.

Hasil pemeriksaan dan pendalaman yang menjadi penyebab utama kematian satu keluarga di Kalideres itu, rencananya akan disampaikan ke publik pekan depan.

“Mudah-mudahan pekan depan kita akan sampaikan rilis akhir dari pada penyilidikan kami tentang ditemukanya 4 mayat di Kalideres,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi.

BACA : Polisi Telusuri Asal Usul Temuan Mantra di Rumah Korban Tewas 1 Keluarga di Kalideres

Kombes Hengki tak membeberkan secara detail penyebab utama kematian satu keluarga yang akan disampaikan pekan depan itu.

Hanya saja Kombes Hengki menegaskan, dari penyelidikan mendalam yang dilakukan penyidik beberapa Minggu ini yaitu tak ditemukannya tanda-tanda tindak kejahatan di kediaman korban.

“Kami tekankan sekali lagi dari hasil riksa TKP, olah TKP tidak ditemukan adanya jejak- jejak pihak luar masuk ke dalam TKP,” ujarnya.

Selain itu, dari pemeriksaan sementara, ternyata keluarga tersebut mengamalkan satu keyakinan lewat ritual tertentu.

Ritual dengan menggunakan kemenyan dan mantra tertentu diyakini akan membuat permasalahan dan kondisi keluarga jauh lebih baik.

“Jadi ada kecendrungan salah satu dari pada anggota keluarga ini yaitu atas nama Budiyanto inu cenderung dominan dan memikiki sikap positif terhadap ritual-ritua tertentu,” tutur Hengki (Firdausi/pojoksatu)