Imam Mahdi dan Ratu Adil Gadungan Ternyata Pakai Alamat Palsu, Siap-siap Aja Jejaknya Diburu Polisi

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo

POJOKSATU.id, BANDUNG-  Polda Jabar terus mendalami adanya video viral soal warga Karawang yang mengaku Imam Mahdi.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo memastikan polisi sedang melakukan pendalaman terkait kasus seorang pria dan wanita di Karawang yang mengaku sebagai imam mahdi dan ratu adil.

“Masih didalami,” kata dia ketika dikonfirmasi pada Kamis (1/12).

Menurut Ibrahim, polisi sudah mengecek ke lokasi pembuatan video tersebut yakni di Dusun Liosari, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel.


Namun begitu, ketika didatangi, alamat itu tidak benar atau palsu sehingga dua orang itu belum terdeteksi keberadaannya.

“Belum (terdeteksi), alamatnya itu palsu. Itu kontennya provokasi dan menggunakan alamat palsu,” ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang perempuan dan pria sedang duduk di kursi kayu menyatakan diri sebagai imam mahdi. Dengan susunan kalimat agak belepotan, mereka mengeklaim sebagai imam mahdi dan ratu adil yang mampu mengamankan seluruh bencana.

BACA : Pria Ngaku Imam Mahdi di Karawang Ternyata Warga Purwakarta

“Ini imam mahdi yang sanggup seluruh mengamankan, seluruh bencana, dan segalanya. Kalau mencari imam mahdi sudah tiba, ada di Kuta Tandingan Karawang. Sekian, terima kasih. Kami Sukarno-Hatta kembali lagi akan jadi raja di akhir zaman,” ujar pria yang mengenakan batik dan peci dalam video yang dilihat kumparan, Kamis (1/12).

Sementara itu, perempuan yang duduk mengenakan baju berwarna kuning dan jilbab merah jambu mengaku sebagai ratu adil.

“Bahwa yang bernama ratu adil, imam mahdi, ratu Sunda, udah ada di Jawa Barat, Kuta Tandingan Karawang. Sekarang mangkanya bencana-bencana mingkin merajalela. Seluruh dunia yang bikin bencana adalah imam mahdi, yang bisa mengamankan adalah imam mahdi. Semua urusan yang bisa adalah mengamankan imam mahdi,” ujarnya.

“Percaya syukur, nggak percaya dunia akan hancur,” sambungnya.

“Sekarang bukti dengan nyata imam mahdi sudah tiba di Karawang Kuta Tandingan Dunia. Selamat. Terima kasih,” tutupnya

Mereka mengaku berasal dari ‘Kerajaan Ratu Adil Imam Mahdi Republik Kuta Tandingan Dunia – Jawa Barat’. Hal itu tertulis dari spanduk sederhana yang dipasang di belakang mereka. Dalam rekaman kedua orang ini didampingi oleh seorang perempuan yang membawa bendera. (Arief/pojoksatu)