Polisi Sampe Terheran-heran Tujuan Ritual Pake Kemenyan Satu Keluarga di Kalideres, Bikin Merinding

Direskrimum PoldaMetro Jaya, Kombes Hengki Haryadi (kiri)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Penyebab kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat mulai menemukan titik temu. Dari pemeriksaan sementara, ternyata keluarga tersebut mengamalkan satu keyakinan lewat ritual tertentu.

Ritual dengan menggunakan kemenyan dan mantra tertentu diyakini akan membuat permasalahan dan kondisi keluarga jauh lebih baik.

“Keyakinannya upaya untuk membuat kondisi keluarga jauh lebih baik,” kata Dirlrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Rabu (30/11/2022).

Para keluarga korban, kata Kombes Hengki, meyakini bahwa ritual yang dilakukannya itu bisa mengatasi permasalah yang terjadi di keluarga korban.


“Jadi mereka juga meyakini bisa mengatasi permasalahan lewat ritual itu,” tuturnya.

Kendati demikian, Kombes Hengki juga belum bisa menyimpulkan penyebab utama kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.

BACA : Polisi Telusuri Asal Usul Temuan Mantra di Rumah Korban Tewas 1 Keluarga di Kalideres

Sebab pihaknya masih menunggu hasil patologi anatomi yang saat ini tengah didalami tim forensik.

“Sebab kematiannya (belum disimpulkan) masih menunggu pendalaman dokter forensik gabungan,” ujarnya.

Sebelumnya, dari hasil pemeriksaan mendalam tim Polda Metro Jaya dari sejumlah saksi terungkap ternyata sang istri bernama Margaretha telah meninggal sejak 13 Mei 2022 silam.

Hal itu terungkap, saat petugas koperasi simpan pinjam hendak meminta tanda tangan sang istri dari Budianto. Karena pada saat itu, keluarga Budianto hendak menggadaikan rumahnya yang seharga 1,2 miliar.

Pada tanggal 13 Mei itu, petugas koperasi simpan pinjem tak bisa mencairkan uang sebesar 1,2 miliar itu sebelum ada tanda tangan suami istri yang selaku pemilik rumah.

Pada saat itulah, petugas koperasi hendak memasuki kamar sang istri Budianto.

Namun ketika sang petugas koperasi hendak memaksa kamar ibu Margareta, sang anak mewanti-wanti bahwa agar tak menyalakan lampu, pasalnya sang ibu sangat sensitif dengan sinar cahaya. (Firdausi/pojoksatu)