Yudo Margono Cuma 11 Bulan Jadi Panglima TNI, Anggota Komisi I DPR Kirim Pesan Penting

Laksamana Yudo Margono jadi Panglima TNI (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Laksamana Yudo Margono akan menjadi Panglima TNI cuma 11 bulan. Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari sampai mengirimkan pesan penting.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang membidangi masalah pertahanan keamanan ini menyebutkan KSAL Laksamana Yudo Margono menjadi Panglima TNI hanya 11 bulan.

Sebab saat ini umur Yudo sudah genap 57 tahun pada 26 November 2022 lalu.

Karenanya, visi misi Yudi Margono harus jelas apa yang akan dilakukanya sepanjang menjadi Panglima TNI.


“Pak Yudo akan menjadi panglima TNI sekitar 11 bulan, kurang dari setahun. Karena itu, visi dan misi beliau harus dipadatkan agar bisa dilaksanakan dalam waktu 11 bulan,” kata Kharis, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga :

Benarkah Dosa Jenderal Dudung ke HRS Tak Ditunjuk Jadi Panglima TNI? Ini Tanggapan Kubu Rizieq

Menurutnya, Yudo Margono harus dapat menjelaskan poin-poin prioritas sebagai calon panglima TNI pada uji kelayakan dan kepatutan.

Selain itu, Yudo juga harus merinci program prioritas apa saja yang dilakukan dalam waktu kurang dari setahun untuk direalisasikan.

Ia meminta calon Panglima TNI Yudo Margono untuk memperisapkan visi misinya untuk dipresentasikan dalam uji kelayakan dengan Komisi I DPR RI.

“Saya harap Pak Yudo mempersiapkan presentasi dalam uji kelayakan terkait poin-poin prioritas yang akan dilakukan ke depan sebagai panglima TNI,” tuturnya.

Untuk diketahui, Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg) Pratikno telah mengirimkan surat presiden atau Surpres calon Panglima TNI ke DPR RI.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyebutkan isi surpres tersebut adalah nama calon Panglima TNI yang dipilih Presiden Jokowi yaitu Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

“Kami pimpinan DPR akan menindaklanjuti terkait dengan mekanisme yang ada di DPR,” kata Puan kepada wartawan di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin, 28 November 2022.

Ketua DPP PDI-Perjuangan itu mengatakan akan menugaskan Komisi I untuk melaksanakan mekanisme terkait dengan pergantian atau pengangkatan Panglima TNI yang baru.

“Kita akan tugaskan Komisi terkait yaitu Komisi I untuk melanjutkan mekanisme pengangkatan calon Panglima TNI,” tutur Puan.

Untuk batas usia perwira memiliki batas usia pensiun yang paling tinggi, yakni 58 tahun. Kemudian batas usia pensiun untuk bintara dan tamtama lebih muda, yakni saat 53 tahun.

Aturan tentang batas usia pensiun untuk anggota TNI ini diatur dalam Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.23 Jun 2022. (mufit/pojoksatu)