Update 1 Keluarga Tewas di Kalideres : Diah Korban Terakhir, Jasadnya Ditemukan Disamping Ibunya Sambil Meluk Guling

Kondisi rumah di Kalideres Jakarta Barat tempat empat anggota keluarga meninggal 'kelaparan' (rmol)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polda Metro Jaya menyebutkan satu keluarga tewas mengering di Kalideres, Jakarta Barat, tidak meregang nyawa dalam waktu bersamaan.

Dalam kematian ini korban Dian (40) diketahui jadi yang meninggal paling akhir daripada tiga korban lainnya.

Dian adalah anak dari pasangan suami-istri Rudyanto Gunawan (71) dan Margaretha Gunawan (58) yang juga meninggal di sana. Mereka meninggal dunia lebih dulu ketimbang Dian.

“Dugaan kuat yang meninggal terakhir adalah Dian, putri dari Rudiyanto dan Reni Margaretha,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi kepada wartawan, Senin 28 November 2022.


Hengki menyevutkan jika jasad Dian ditemukan ada dalam kamar ibunya saat ditemukan.

Dimana saat itu jasad ibunya sudah termumifikasi. Jasad Dian ada disebelah ibunya. Saat ditemukan, jasad dian masih memeluk bantal guling.

BACA : Posisi 4 Anggota Keluarga yang Meninggal di Kalideres Diduga Sudah Direncanakan, Ada yang di Kamar, Sofa dan di Lantai

“Jenazah Dian ada di sebelahnya sambil memeluk guling dan kamar di kunci dari dalam,” ujarnya.
Untuk diketahui, penemuan empat jasad yang merupakan satu keluarga di dalam sebuah rumah, menggegerkan warga Kalideres Jakarta Barat, Kamis, 10 November 2022.

Keempat orang yang ditemukan tewas dalam kondisi mengering itu yakni Rudyanto Gunawan (71) dan sang istri bernama Margaretha Gunawan (58), kemudian anak dari keduanya bernama Dian (40) dan yang terakhir yakni Budyanto Gunawan, yakni ipar dari Rudyanto.

Dalam kasus ini, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab tewasnya keempat orang itu. Namun berdasarkan dari hasil autopsi, tidak ada tanda kekerasan pada 4 orang itu.

Selain itu, dari proses autopsi juga diketahui tidak ada zat atau unsur makanan di organ dalam keempat korban tewas tersebut.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan olah TKP dengan melibatkan banyak ahli laboratorium forensik, kedokteran forensik, Inafis cukup membuahkan hasil dan menemukan titik terang terkait motif.

“Ternyata ini kita memperoleh beberapa kemajuan atau titik terang dari penyelidikan ini, salah satunya terkait motif. Kita bisa patahkan beberapa motif, kita masih perlu pendalaman lagi,” kata Kombes Hengki saat ditemui awak media di Perumahan Citra Garden I Kalideres, Jakarta Barat, Rabu, 16 November 2022.

BACA : Korban Tewas Satu Keluarga di Kalideres Diduga Telah Menjual Hartanya, Ini Buktinya

Hengki mengatakan, atas temuan itu polisi masih melakukan pendalaman, namun belum bisa dijelaskan secara detail motif apa saja yang sudah terpatahkan.

“Artinya banyak sekali temuan-temuan daripada metode penyelidikan yang kami laksanakan banyak berkontribusi dari digital forensik untuk memberikan petunjuk yang sangat penting. Kedokteran forensik juga seperti itu, laboratorium forensik ya terkait DNA dan sebagainya juga memberikan. (ade/pojoksatu)