Sepekan Gempa Cianjur, Tim DVI Identifikasi 146 Jenazah Korban Gempa dan Longsor

Rilis update korban gempa Cianjur di RSUD Sayang, Senin 28 November 2022
Rilis update korban gempa Cianjur di RSUD Sayang, Senin 28 November 2022

POJOKSATU.id, CIANJUR – Sampai dengan Senin 29 November 2022, Tim DVI Polri menerima 12 kantong jenazah korban gempa Cianjur.

Mereka adalah korban yang dievakuasi tim SAR gabungan dan relawan di sejumlah titik lokasi bencana.

Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Donny Charles menjelaskan, dari 162 kantong jenazah itu terdiri dari 159 kantong berizi jenazah utuh.

“Tiga kantong jenazah berisi body part korban longsor dan gempa Cianjur. Sisanya 159 itu utuh ya jenazahnya,” jelas Kombes Donny Charles di RSUD Sayang Cianjur, Senin 28 November 2022.


Kombes Donny menambahkan, dari 162 yang diterima Tim DVI, sebanyak 146 jenazah yang berhasil diidentifikasi.

BACA: Viral Bapak-bapak Pengungsi Gempa Cianjur Terpaksa Pakai Daster, Ini Respon Ridwan Kamil

“Yang sudah berhasil diidentifikasi hingga hari Senin 28 November 2022 ini ada 146 Kantong jenazah,” jelasnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa melaporkan ke posko tim DVI di RSUD Sayang.

“Kepada warga masyarakat Cianjur atau Jawa Barat yang merasa kehilangan anggota keluarga saat gempa Cianjur Senin 21 November 2022 lalu, bisa datang ke RS Sayang Cianjur,” imbaunya.

Nantinya, pihak keluarga akan diperiksa TIM DVI Polri guna mencocokan DNA dan Antem Mortem.

“Bagi yang masih kehilangan keluarganya pasca gempa, dipersilahkan melapor ke posko DVI dengan membawa dokumen kartu keluarga, riwayat kesehatan, riwayat kesehatan gigi korban, foto terakhir korban dan rekam sidik jari,” jelasnya.

BACA: Hari Kedelapan Pencarian di Cijedil, Tim SAR Temukan Jenazah Ayah dan Anak Perempuannya

Kepada orang tua korban atau anak yang merasa kehilangan anggota keluarganya wajib datang untuk diambil sample DNA secara langsung.

“Jadi jika yang hilang orang tuanya, si anak wajib datang ke RS Sayang guna diambil sample DNA nya, begitupun jika orang tua merasa kehilangan anak, maka si anak wajib datang ke RS Sayang Cianjur guna pengambilan sample DNA,” pungkasnya. (Arief/pojoksatu)