Kesaksian Kader Jumantik, Ayah di Keluarga Kalideres Masih Hidup Awal Agustus, Mukanya Murung dan Stres

Kondisi rumah di Kalideres Jakarta Barat tempat empat anggota keluarga meninggal 'kelaparan' (rmol)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kesaksian kader Jumantik, ayah di keluarga Kalideres, Rudianto Gunawan, masih hidup awal Agustus atau 2 bulan sebelum satu keluarga ini ditemukan jadi mayat pada 10 November lalu.

Kader Jumantik (Pemantau Jentik) di Perumahan Citra Garden I Kalideres tak sempat masuk ke dalam rumah pada awal Agustus. Namun dia melihat Rudianto Gunawan dalam kondisi stres dan muka murung.

Kesaksian kader Jumantik ini diutarakan kembali oleh Dessi, salah satu tetangga dari empat anggota keluarga Kalideres yang tewas di dalam rumah ini.

Menurut Dessi, satu keluarga di Kalideres itu baru terlihat gelagat anehnya sejak Agustus 2022 lalu.


“Terakhir interaksi dengan kader jumantik sekitar awal Agustus,” katanya dilansir dari You Tube Official Inews, Senin (28/11).

Baca Juga :

Margaretha Keluarga Kalideres yang Meninggal Mei, Ternyata Sempat Kirim Foto Terakhir September Lalu

“Kader jumantik datang ke rumahnya dan ditemui suaminya. Gak boleh masuk,” kata Dessi.

Saat melarang kader Jumantik untuk masuk ke rumahnya, Dessi menyebut berdasarkan informasi dari kader jumantik bahwa suami Margaretha itu raut wajahnya begitu murung.

“Ketemu suaminya awal Agustus seperti orang murung dan stres,” kata Dessi.

Meninggal Mei 2022

Empat anggota keluarga Kalideres ini ditemukan meninggal atau tewas di dalam rumah oleh Ketua RT setempat pada 10 November 2022 lalu.

Keempat anggota keluarga yang meninggal ini antara lain Rudianto Gunawan (71), Budianto Gunawan (68), Renny Margaretha (68) dan Dian Febbyana (41).

Seperti diketahui, pegawai penggadaian atau koperasi ini menemukan si ibu keluarga Kalideres bernama Margaretha ini dalam kondisi meninggal di kamar, namun tetap dianggap hidup oleh putrinya Dian (40).

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan, orang yang datang dan mencium bau busuk di dalam rumah tersebut adalah pegawai koperasi atau pegawai gadai.

Baca Juga :

3 Gelagat Mencurigakan Budianto Gunawan dalam Kasus Mayat Satu Keluarga Kalideres

Saat itu, rumah tersebut hendak digadaikan sertifikatnya oleh Budianto Gunawan, salah satu orang yang tewas di rumah tersebut.

Pegawai ini pun tiba di rumah yang berlokasi di Perumahan Citra Garden 1 Kalideres pada 13 Mei 2022 lalu.

Saat itu, pegawai ini diterima oleh Budianto Gunawan. Begitu buka gerbang, langsung terasa bau busuk yang luar biasa.

“Ditanyakan kepada pihak rumah kok bau seperti ini, dijawab adalah got yang lupa dibersihkan,” kata Kombes Hengki Haryadi, Senin (21/11/2022).

Pegawai koperasi ini lalu masuk ke dalam rumah dan memeriksa berkas sertifikat rumah yang ternyata atas nama Renny Margaretha.

Lalu dia meminta bertemu dengan sang ibu sekaligus pemilik sertifikat rumah yakni Renny Margaretha.

“Kemudian ditanyakan Ibu Renny ada di mana, sedang tidur di dalam kamar. Kemudian pegawai koperasi simpan pinjam ini mengajak diantarkan untuk masuk ke dalam kamar,” ujar Hengki.

Pegawai ini diantarkan ke kamar Renny Margaretha oleh Dian Febbyana, selaku anak pasangan suami istri yang ada di rumah itu.

Saat pintu kamar dibuka, pegawai koperasi mencium bau busuk yang lebih menyengat.

Pegawai ini sempat diminta tidak menyalakan lampu kamar oleh Dian dengan alasan ibunya sensitif terhadap cahaya.

Pegawai ini lalu masuk ke dalam kamar, dan menyeruak bau yang lebih busuk lagi. Dimana Dian mengatakan ibunya lagi tidur, dan meminta jangan dihidupkan lampu.

Hengki mengatakan pegawai koperasi itu lantas curiga karena Renny tidak bangun saat dibangunkan olehnya.

Tanpa sepengetahuan Dian, petugas koperasi itu menyalakan flash handphone-nya untuk melihat kondisi Renny.

Ternyata Renny dilihat dalam kondisi sudah menjadi mayat, sontak petugas koperasi itu berteriak takbir Allohu Akbar.(ikror/pojoksatu)