Unggahan Terakhir Guru Terseret Longsor Gempa Cianjur, Sehari Sebelumnya Rayakan Ultah Perkawinan

Andika Sulaiman salah satu guru yang terseret longsor gempa Cianjur di Cugenang baru merayakan ultah perkawinan (instagram)

POJOKSATU.id, CIANJUR – Andika Sulaiman, guru atau pegawai Al Azhar 18 Cianjur yang terseret longsor gempa Cianjur di Cugenang, baru merayakan ultah perkawinan sehari sebelum kejadian.

Andika Sulaiman di akun Instagram @Andika_Sulaiman_, melakukan unggahan terakhir Minggu (20/11) atau sehari sebelum kejadian nahas menimpa rombongan mereka di Cugenang, Senin (21/11).

Andika memposting sebuah foto pohon yang rindang dengan latar langit biru yang cerah.

Dua foto lagi, kebersamaan Andika bersama istrinya merayakan ultah perkawinan mereka.


Ada tiga foto yang diunggah dalam momen terakhir itu.

Baca Juga :

Sikapi Pencopotan Label Gereja, Bupati Cianjur : Pencopotan Salah Menonjolkan Label Juga Salah

 

Di foto itu ada tulisan ‘Happy 11 Year wedding anniversary’.

“happy anniversary @sucinovry,” tulisnya pada postingan tersebut.

Keduanya tampak tersenyum sambil berpose mesra.

Dilihat dari akun Instagramnya, Andika Sulaiman meninggalkan seorang istri dan tiga anak laki-laki.

Andika Sulaiman merupakan guru atau pegawai TK Al Azhar 18 Cianjur yang jadi korban longsor di Jalan Raya Cipanas-Puncak, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11).

Andika Sulaiman bersama rombongan lainnya di dalam mobil Avanza ini tertimbun longsor pada 21 November 2022 dan jasadnya ditemukan pada Jumat 25 November 2022 atau bertepatan dengan Hari Guru.

Tubuh Terjepit Mobil

Seperti diketahui, rombongan guru yang tertimbun longsor di kawasan Jalan Raya Puncak- Cianjur tepatnya di Desa Cibeureum atau Cijendil, Kecamatan Cugenang, bisa dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Petugas harus memotong bagian mobil untuk mengevakuasi korban.

Evakuasi delapan orang rombongan guru dan satu balita tersebut dilakukan pada Jumat (25/11/2022) kemarin.

Mereka ditemukan di bawah tebing, tepatnya di dekat aliran sungai.

Petugas sempat mengalami kendala saat melakukan evakuasi lantaran beberapa korban terjepit bodi mobil yang ringsek akibat longsor, hal ini membuat petugas harus memotong mobil menjadi beberapa bagian.

“Tim evakuasi sempat kesulitan karena kita harus memotong-motong bodi kendaraan. Karena kondisi korban terjepit. Tapi setelah berhasil dipotong, delapan orang dalam mobil berhasil dievakuasi,” ujar Moel Wahyono, Kapten Dantim SAR, Sabtu (26/11/2022).

Menurut Moel, di dalam mobil juga ditemukan tas berisi identitas para korban. Identitas tersebut sama dengan daftar nama korban yang merupakan rombongan guru. (ikror/pojoksatu)