Sosok 3 Penghapal Quran Wafat Terseret Longsor Cugenang, Kepsek : Mereka Panutan Sekolah Kami

Kondisi angkot yang ditumpangi penghapal Quran mengalami ringsek dan hancur akibat terseret longsor Cugenang (ist)

POJOKSATU.id, CIANJUR – Tiga penghapal Quran (hafidz) wafat terseret longsor Cugenang gempa Cianjur Senin (21/11) lalu. Sosok ketiganya merupakan panutan di STP SD Khoiru Ummah, Cianjur.

Kepala Sekolah Tahfidz Plus (STP) SD Khoiru Ummah, Cianjur, Nandi S Bahri, mengungkap tiga orang yang menjadi korban longsor Cugenang merupakan guru dan dua murid penghapal Quran.

Ketiga sosok hafidz ini merupakan teladan dalam mengamalkan nilai dan ajaran yang terkandung dalam Alqur’an di sekolah mereka.

Mereka M Salman Faris kelas 5 SD, dan M Fata Tahsinul Ahlaq kelas 6 SD, serta, Ustaz Yunus Iskandar sebagai guru di sekolah tahfidz itu.


Nandi berpandangan, tiga sosok bukan hanya sekadar menghapal, tetapi mengamalkan Alqur’an dalam kehidupannya sehari-hari.

Baca Juga :

Sikapi Pencopotan Label Gereja, Bupati Cianjur : Pencopotan Salah Menonjolkan Label Juga Salah

“Ustaz Yunus orang baik, shalih, penyayang ke anak-anak, lemah lembut orangnya,” kata Nandi, Jumat (25/11/2022).

Dia menyebut, Yunus seringkali mengutamakan kepentingan para siswa dibandingkan dirinya sendiri dan menjadi panutan dari guru dan siswa STP SD Khoiru Umam.

“Beliau panutan di sekolah sebagai yang dituakan,” ujarnya.

Sementara, dua murid penghapal Quran yang meninggal dunia pun memiliki adab yang baik kepada sesama siswa maupun gurunya di sekolah.

Bahkan, kedua siswa ini sudah hapal 6 juz Al Quran.

“Fata dan Salman, sudah punya hafalan 6 juz. Anaknya patuh, ramah, sopan, selalu mendahului salam ke rekannya bahkan ke guru. Aktif membantu kegiatan sekolah. Semangat kalau dipercaya sekolah untuk ikut kegiatan,” jelasnya.

Rombongan Perempuan Selamat

Ustaz Taufiq Andi, guru STP SD Khoiru Ummah, pendamping rombongan murid perempuan mengonfirmasi, angkot ringsek yang ditemukan memang membawa murid-muridnya.

“Iya benar, angkot biru itu, sepatu yang ditemukan itu sepatunya Dawa, murid kami yang selamat dari kejadian longsor tersebut,” ujar Taufiq, Jumat (25/11/2022).

Taufiq bercerita, longsor terjadi saat ia dan rombongan melintas di depan Warung Sate Shinta. Rombongan Taufiq dan murid perempuan berhasil selamat.

Sementara rombongan murid laki-laki tertimbun longsor.

Saat itu, Taufiq mengaku mendengar muridnya berteriak memanggil. Murid tersebut bernama Dawa yang kemudian menghampiri Taufiq.

Selain Dawa, lima murid lain yakni Razwa, Fakih, Fauzan, Iqbal, dan Hisan berhasil selamat. Mereka ditemukan dalam selang waktu yang berbeda.

Sementara pembimbing rombong murid laki-laki yakni Ustadz Yunus meninggal dunia. Dua murid lain bernama Fata dan Salman juga meninggal dunia.

Sedangkan para korban selamat mengalami luka-luka. Seorang murid bernama Hisan disebut mengalami bocor pada kepalanya dan kerap terlihat bengong.

“Kondisi murid saat ini Masya Allah, Hisan bocor di kepala, kemudian ketika mau apa-apa dia suka bengong. Habis bicara bengong,” kata Taufiq.

Sementara korban bernama Razwa, kondisi matanya merah dan kini telah diperiksa di Bandung. Kondisi sama juga dialami oleh korban bernama Fakih. (ikror/pojoksatu)