Satu Keluarga Harus Bertahan di Tenda Ala Kadarnya di Tengah Persawahan

Tempat pengungsian yang berada di Kampung Tegal Lega Desa Limbangan Sari (Adika Fadil)

POJOKSATU.id, CIANJUR — Kisah pilu yang dirasakan para pengungsi korban gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Senin 21 November 2022.

Salah satu tempat pengungsian yang berada di Kampung Tegal Lega, Desa Limbangan Sari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, harus bertahan hidup ala kadarnya pasca gempa terjadi.

Pantauan Pojoksatu.id di lokasi, sebanyak 6 orang yang merupakan satu keluarga harus tinggal di tenda yang terbuat dari terpal ala kadarnya dan beralaskan tikar.

Terlihat satu keluarga tersebut memanfaatkan air dari pengairan sawah untuk dijadikan minum, mandi dan juga buang air kecil.


Salah satu korban di pengungsian, Nuryati (46), menerangkan, bahwa saat hujan turun dirinya harus membereskan barang-barangnya agar tidak terkena hujan.

Diketahui bahwa, dirinya bersama empat anaknya tinggal di tenda penampungan yang didirikan apa adanya di tengah ladang persawahan.

Berdasarkan informasi yang diterima Pojoksatu, bahwa anaknya yang paling besar sudah kelas 6 SD dan paling kecil 3 tahun.

“Yang penting bisa untuk tidur, karena rumah sudah tidak bisa ditempati lagi. Apa adanya saja untuk saat ini,” ujar Nuryati kepada Pojoksatu, Minggu 27 November 2022.

Dirinya menerangkan, bahwa hanya pakaian seadanya saja yang bisa diselamatkan pasca gempa menerjang wilayah Kabupaten Cianjur.

“Ya bisa mengambil pakaian di rumah itu dua hari setelah gempa, itu pun beberapa yang bisa diambil,” terangnya.

Saat ini, dirinya berharap adanya bantuan yang masuk ke wilayahnya itu sendiri untuk membantu para korban yang berada di tempat pengungsian.

“Sangat-sangat membutuhkan, karena di sini banyak anak kecil yang membutuhkan bantuan juga,” tutupnya.(adika/pojoksatu)