Prabowo Sebut Pemerintahan Jokowi Telah Maksimal Kendalikan Situasi Imbas Perang Rusia Ukraina

Prabowo Subianto (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebut pemerintahan Jokowi telah maksimal kendalikan situasi imbas perang Rusia Ukraina.

Imbas perang Rusia Ukraina ini menurut Prabowo menimbulkan krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) sampai krisis pangan di dunia.

Meskipun begitu, pihaknya meminta masyarakat tetap tenang karena pemerintah telah berupaya maksimal dan optimal untuk mengendalikan situasi dan kondisi tersebut.

“Maka dari itu, semua harus waspada dan terus menjaga kekompakan dan persatuan. Dalam hal ini, Partai Gerindra dan partai politik lain harus bersatu untuk menjalin kerja sama yang baik,” papar Ketua Umum Partai Gerindra ini, Sabtu (26/11).


Kondisi politik dunia yang penuh ketidakpastikan jadi salah satu yang tengah diwaspadai Indonesia. Dengan tetap menjaga asas politik bebas aktif.

Baca Juga :

PPP Rapimwil di Semarang, 14 Wilayah Usulkan Ganjar Pranowo Capres 2024

“Masyarakat harus ikut waspada, akan tetapi kita bersyukur dari dulu Indonesia memilih politik bebas aktif atau menghormati semua negara. Sehingga saya kira sudah benar,” ujar Prabowo Subianto di Kantor Dewan Pengurus Partai Gerindra Sulawesi Tengah, Palu, Sabtu (26/11).

Menurut Prabowo, situasi tersebut merupakan dampak ketegangan perang Ukraina dan Rusia yang berlarut-larut hingga berlangsung 9 bulan.

“Ini menimbulkan berbagai krisis di dunia, mulai dari krisis BBM sampai krisis pangan, karena dua hal itu berkaitan sehingga harus waspada,” jelasnya.

Meskipun begitu, pihaknya meminta masyarakat tetap tenang karena pemerintah telah berupaya maksimal dan optimal untuk mengendalikan situasi dan kondisi tersebut.

“Maka dari itu, semua harus waspada dan terus menjaga kekompakan dan persatuan. Dalam hal ini, Partai Gerindra dan partai politik lain harus bersatu untuk menjalin kerja sama yang baik,” papar Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Salah satu caranya, seluruh kader dapat saling menjaga hubungan baik dan bersikap santun antarsesama.

Sekaligus meminta kader yang tidak setuju dan sejalan dengan perjuangan Gerindra dapat mencari partai lain.

“Yang tidak setuju dengan perjuangan partai, mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 dan NKRI, silakan mencari partai lain,” tandasnya. (ikror/rmol/pojoksatu)