Pengungsi Korban Gempa Cianjur Mulai Terserang Penyakit

Para pengungsi korban gempa Cianjur menempati tempat pengugsian di Kampung Tegal Lega, Desa Limbangan Sari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.
Para pengungsi korban gempa Cianjur menempati tempat pengugsian di Kampung Tegal Lega, Desa Limbangan Sari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Foto: Adika Fadil Pojoksatu

POJOKSATU.id, CIANJUR – Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, dr Irvan Nur Fauzi mengaku saat ini para korban gempa Ciajur di pengungsian mulai terserang penyakit.

“Para pengungsian saat ini terkena penyakit ISPA, diaere, hipertensi,” tutur dokter Irvan, saat dihubungi Pojoksatu, Minggu 27 November 2022.

Irvan menjelaskan, para pengungsi yang terserang penyakit rata-rata berada di luar rumah atau berada di tenda-tenda pengungsian.

Selain itu, juga disebabkan cuaca di Cianjur yang kerap berubah-ubah secara dratis.


“Karena cuaca sekarang juga begini. Hujan lalu panas dan udara di daerah luar itu memang juga memperngaruhi kesehatan,” ujar dr Irvan.

BACA: Basarnas Minta Maaf Helikopter Porak Porandakan Tenda Pengungsi Korban Gempa Cianjur

Kondisi ini diperparah dengan kondisi para pengungsi yang menurun.

“Terus juga kan kondisi yang lemah, capek hingga stres. Itu bisa menjadi penyebab,” ungkapnya.

Pihaknya juga memberikan pengobatan kepada para relawan serta para pengungsi yang terkena penyakit.

“Kepada masyarakat, walaupun memang dalam kondisi yang sekarang ini ya sekiranya tetap menjaga kebersihan,” imbuhnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat dan pengungsi yang merasa sakit agar secepatnya memeriksakan diri.

BACA: Update Korban Gempa Cianjur Minggu 27 November : 321 Meninggal, 11 Orang Belum Ditemukan

“Kalau memang sekiranya sakit, cepat-cepat untuk berobat. Termasuk kontrol kalau ada penyakit agar segera mendapatkan pelayanan,” tandasnya.

 

Fokus Manajemen Pengungsi

Sementara, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari memastikan, proses pencarian korban yang belum ditemukan tetap akan dilanjutkan.

Hal itu sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang sudah dua kali mengunjungi langsung lokasi bencana di Cianjur.

Memasuki pekan kedua pasca bencana, BNPB akan fokus pada penanganan dan manajemen pengungsi serta pendistribusian logistik dan bantuan.

“Jumlah total pengungsi yang terdata sebanyak 73.693 orang tersebar di 207 lokasi pengungsian, baik pengungsian terpusat maupun pengungsian keluarga,” ujarnya.

BACA: Kapolda Jabar Pastikan Pengurus Garis Cianjur Copot Label Gereja Diproses Hukum, Siap-siap aja

Dari jumlah tersebut, BNPB juga sudah melakukan survei sebanyak lebih dari 53 ribu pengungsi.

“Sehingga kita sudah bisa mengetahui secara pasti jenis kelamin, usia, anak-anak dan penyandang disabilitas,” terangnya.

Dengan hasil survei tersebut, maka distribusi bantuan dan logistik diharapkan bisa dilakukan dengan lebih baik dan tepat sasaran.

“Juga untuk lokasi-lokasi pengungsian yang sulit untuk diakses karena jalan tidak bisa dilalui dengan kendaraan. Jadi bantuan kita gotong ke lokasi,” terangnya. (AdeGP/pojoksatu)