Guru Hafidz Ini Ungkap Detik-detik Rombongan Penghapal Quran Perempuan Selamat Berkat Batu dan Besi

Kondisi angkot yang ditumpangi penghapal Quran mengalami ringsek dan hancur akibat terseret longsor Cugenang (ist)

POJOKSATU.id, CIANJUR — Guru hafidz Quran STP SD Khoiru Ummah Cianjur mengungkap detik-detik rombongan penghapal Quran perempuan selamat berkat batu dan besi saat longsor Cugenang terjadi.

Sekolah Tahfidz Plus (STP) SD Khoiru Ummah Cianjur kehilangan satu guru dan 2 murid penghapal Quran saat kejadian gempa menngguncang Cianjur, Senin (21/11) siang awal pekan ini.

Korban meninggal adalah Ustaz Yunus Iskandar dan dua siswa penghapal Al Quran, Ananda M Salman Faris dan M Fata Tahsinul Ahlaq.

Ustaz Taufiq Andi, guru hafidz yang selamat dari bencana gempa ini menceritakan kronologi kejadian yang dialami oleh rombongan sekolahnya di longsoran Desa Cibereum Jalan Raya Puncak- Cianjur.


Saat itu, mereka hendak pulang ke rumah usai menghadiri kegiatan Festival PKBM di salah satu lokasi di Cianjur.

Baca Juga :

Sosok 3 Penghapal Quran Wafat Terseret Longsor Cugenang, Kepsek : Mereka Panutan Sekolah Kami

Ada dua rombongan hafidz dan hafidzah yang ikut. Satu angkot untuk murid perempuan dan satu angkot untuk murid laki-laki.

Satu angkot yang berisi hafidz perempuan berhasil selamat dan Taufiq Andi berada di dalamnya sebagai pendamping.

“Jadi pas arah pulang menuju sekolah, kami melintas di depan Sate Shinta (lokasi titik longsor), lalu ada suara gemuruh dari atas,” jelasnya, Jumat (26/11) .

“Untuk rombongan saya yang murid perempuan ini selamat karena longsor itu tertahan besi dan batu penahan tebing,” jelasnya lagi.

Sedangkan satu angkot lagi yang berisi penghapal Quran laki-laki terkena longsor. Angkot ini berada persis di belakang mereka.

Baca Juga :

Sikapi Pencopotan Label Gereja, Bupati Cianjur : Pencopotan Salah Menonjolkan Label Juga Salah

Ketika longsor, Taufiq Andi mengaku sudah tidak melihat mobil angkot yang berisi siswa laki-laki ini, namun ia sempat mendengar teriakan salah satu siswa memanggil namanya.

“Tapi tak lama, Masya Allah, ada murid yang teriak panggil-panggil nama saya. Dan ternyata itu Dawa,” terangnya.

Ia mengungkap cerita dari Dawa yang sudah berada di atas atau di jalan usai mobil mereka terseret longsor ke bawah.

“Ya Allah enggak kuat saya. Dia cerita katanya teman-temannya sudah terpencar, Ustadz Yunus juga katanya kakinya patah dan luka-luka lainnya,” ujarnya.

Setelah dilakukan evakuasi dari dalam jurang atau bekas longsoran, 6 siswa ditemukan masih selamat namun penuh dengan luka, mulai dari luka kepala hingga mata.

“Dari rombongan tersebut yang selamat adalah Razwa, Fakih, Fauzan, Iqbal, Hisan sama Dawa yang nyamperin saya itu pas kejadian. Kalau yang lain itu ditemukan dalam selang waktu yang berbeda,” imbuhnya.

Saat ini para siswa yang selamat sedang mejalani perawatan intensif dan memperbaiki kondisi psikisnya.

“Ibarat saya saja yang tidak kenapa-napa kaget dan syok. Bagaimana mereka yang terjebak dan sempat tertimbun longsor,” tambahnya. (ikror/pojoksatu)