Dokter Forensik Teliti Feses Mayat Satu Keluarga Kalideres, Dirreskrimum Polda Beberkan Tujuannya

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Tim dokter forensik sedang meneliti feses usai menemukan feses dari jasad korban mayat satu keluarga Kalideres Jakarta Barat.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyebutkan tujuan feses diteliti untuk melihat apakah ada kandungan tertentu dalam feses mayat satu keluarga tersebut.

Namun Hengki tak menjelaskan lebih lanjut apakah feses itu ditemukan dari keempat korban atau salah satu di antara mereka.

Kombes Hengki Haryadi mengatakan dari hasil pemeriksaan, tim dokter forensik menemukan feses dari jasad korban.


“Kemarin berdasarkan keterangan kedokteran forensik kita menemukan feses,” kata Kombes Hengki di Polda Metro Jaya, Kamis (24/11).

Baca Juga :

Polisi Beberkan Temuan Baru Mayat Satu Keluarga Kalideres, Namun Motif Tewasnya Masih Gelap

Hengki menerangkan temuan ini masih diteliti lebih lanjut oleh tim ahli untuk melihat apakah ada kandungan tertentu dalam feses tersebut.

“Dan ini kita harus teliti di laboratorium, ini mengandung apakan harus diteliti lagi,” ujarnya.

Hasil penelitian akan menentukan apakan feses tersebut bisa membantu mengungkap penyebab kematian korban dan lainnya.

“Apakah arti dari temuan autopsi itu nanti ahli yang akan mengatakan. Apakah bisa mengungkap atau mematahkan praduga selama ini. Kita sedang teliti itu,” tutur Hengki.

Diketahui, dua pekan penyelidikan kasus kematian keluarga Kalideres masih banyak teka-teki yang harus dipecahkan penyidik.

Hingga saat ini polisi belum mencapai pada titik kesimpulan akhir.

“Sabar, masih banyak teka-teki tapi yakinlah kita tetap bekerja untuk mencapai kesimpulan,” kata Hengki Haryadi.

Hengki Haryadi mengatakan penyelidikan kematian keluarga Kalideres masih berjalan.

Penyidik dari Polda Metro Jaya menggandeng sejumlah ahli untuk mengungkap motif dan penyebab kematian keluarga Kalideres.

“Kami bersama-sama jadi seperti yang disampaikan kemarin terkait motif dan sebab kematian itu masih didalami sampai sekarang. Karena ini butuh waktu,” kata Hengki Haryadi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/11).(ikror/pojoksatu)