Khusuknya Shalat Jumat Pertama di Cugenang Daerah Terdampak Paling Parah Gempa Bumi Cianjur

Shalat Jumat di lokasi gempa bumi Cianjur (humas polri)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebanyak 21 masjid rusak akibat gempa bumi magnitudo 5,6 Cianjur. Ini suasana shalat Jumat pertama di Cugenang daerah terdampak paling parah gempa Cianjur.

Seratusan warga yang mengungsi tampak khusuk melaksanakan shalat Jumat pertama di ruang terbuka di lokasi pengungsian Desa Mangunkerta, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jumat (25/11/2022).

Warga terdampak gempa yang masjidnya rusak terpaksa melaksanakan ibadah shalat Jumat di lokasi pengungsian.

Materi khutbah Jumat membahas mengenai hikmah dari musibah bencana. Terutama untuk evaluasi agar meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.


“Alhamdulillah masih bisa shalat Jumat meskipun dengan kondisi memprihatinkan,” ujar salah seorang warga Desa Mangunkerta, Cugenang, Iwan (36).

Baca Juga :

Duka Hari Guru, 4 Jasad Guru TK Al Azhar Cianjur Ditemukan di Longsoran Gempa Kampung Cibeureum

Dia bersama warga lainnya turut mendoakan warga yang meninggal dunia akibat musibah gempa bumi.

“Semoga bencana ini segera berlalu dan warga bisa beraktivitas normal kembali,” cetus dia.

Warga Kampung Banjar Pinang, Desa Cijendil, Kecamatan Cijendil, Kabupaten Cianjur, juga menggelar shalat Jumat dalam suasana keharuan.

Di lapangan, warga yang terdiri atas pria dewasa, lansia, hingga anak-anak bergabung melaksanakan shalat berjamaah bersama Tim SAR Brimob dan Basarnas.

Sementara Kementerian Agama mencatat sebanyak 21 masjid dan lima bangunan Kantor Urusan Agama (KUA) rusak akibat gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11).

“Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Misalnya ada 21 masjid dan lima gedung KUA yang rusak. Dari lima gedung itu, tiga KUA rusak ringan dan dua KUA rusak berat,” kata Plt Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag M Adib dalam keterangannya, Rabu (23/11).

Shalat Gaib Masjid Agung Cianjur

Selain di lokasi pengungsian, sebagian warga berbaur dengan petugas gabungan evakuasi dan logistik melaksanakan shalat Jumat di Masjid Agung Cianjur.

Lokasi masjid itu berada dekat dengan posko utama penanganan bencana Cianjur yakni Pendopo Kabupaten Cianjur.

Selepas shalat Jumat, ribuan jamaah juga langsung melaksanakan Shalat Ghaib untuk para korban gempa bumi yang meninggal dunia di Cianjur. Momen ini untuk mendoakan para korban bencana.

“Musibah gempa ini menyiratkan makna untuk memperbanyak ibadah dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar khatib Shalat Jumat di Masjid Agung Cianjur, Suhendar dalam kutbahnya.

Inti khutbah, khatib berpesan agar berempati dan berduka atas musibah ini dan Allah akan memudahkan urusan di dunia dan akhirat jika saling membantu.

Dalam ceramahnya juga disampaikan korban bencana juga harus sabar dalam menghadapi ujian ini dan evaluasi agar bertobat dari segala dosa. (ikror/pojoksatu)