Tim DVI Polri Terima 131 Kantong Jenazah Korban Gempa Cianjur, 124 Sudah Terindentifikasi

Petugas gabungan dan anjing pelacak terus lakukan pencarian ke korban gempa di Cianjur

POJOKSATU.id, JAKARTA-  Hingga hari empat,pasca gempa di Kabupaten Cianjur Tim DVI Polri dipastikan telah menerima 131 kantong jenazah korban gempa di Cianjur.

Jumlah kantong jenazah ini, merupakan jenazah yang dihimpun sejak Senin (21/11) hingga Kamis (24/11) di tiga rumah sakit yakni RSUD Sayang, RS Cimacan, dan RS Bhayangkara.

Dari 131 kantong jenazah itu, 130 jenazah dipastikan berada dalam kondisi utuh sedangkan satu kantong jenazah hanya berisi body part atau bagian tubuh.

Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Polri Kombes Ahmad Fauzi mengatakan bahwa kantong jenazah yang diterima tim DVI, merupakan jenazah yang berisi part body.


“Sampai dengan hari ini, Kamis tanggal 24 November 2022 tim DVI sudah menerima sebanyak 131 kantong jenazah yang terdiri dari 130 kantong jenazah berisi jenazah utuh dan satu jenazah berisi body part,” kata Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Polri Kombes Ahmad Fauzi di RSUD Sayang Cianjur pada Kamis (24/11).

BACA : Cerita Bocah Tertimbun Reruntuhan Rumah di Cianjur, Tiga Hari Bertahan, Sulit Diterima Akal Sehat

Dari 131 kantong jenazah yang diterima, Ahmad pun menambahkan, 124 jenazah sudah terindentifikasi dan diserahkan ke keluarga masing-masing sedangkan 6 jenazah masih menunggu kelengkapan data dan satu jenazah lain yang hanya berupa bagian tubuh masih harus diperiksa lebih lanjut melalui tes DNA.

“Adapun hasil pemeriksaan sampai saat ini, jumlah total jenazah yang sudah berhasil teridentifikasi sampai dengan hari ini, Kamis tanggal 24 November adalah sejumlah 124 jenazah,” ucap dia.

Ahmad mengimbau pada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar dapat segera melapor ke Posko Ante Mortem DVI Polri di bagian forensik RSUD Sayang Cianjur. Sebaiknya, mereka datang dengan membawa sejumlah dokumen seperti rekam medis gigi hingga foto terakhir korban.

“Dengan membawa data korban seperti kartu keluarga kemudian rekam medis gigi, dan foto terakhir korban. Untuk sampel ante mortem korban, diharapkan orang tua korban atau anak kandung korban untuk hadir guna diambil sampel DNA-nya,” tandas dia. (Arief/Pojoksatu)