Polisi Ungkap 2 Kubu di Rumah Kalideres, Sering Kirimkan Pesan Emosional ke Kubu Lainnya

Di balik tewasnya 4 anggota keluarga di Citra Garden Kalideres terselip cerita horor menyeramkan (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polisi mengungkap ada 2 (dua) kubu di rumah Kalideres tempat 4 mayat ditemukan.Di dalam rumah ada 2 Hp yang digunakan empat orang. Satu ponsel digunakan 2 orang.

Diduga satu kubu atau satu handphone merupakan milik Rudianto Gunawan dan Budianto Gunawan. Sementara satu kubu lagi milik Renny Margaretha dan putrinya Dian Febbyana.

Diketahui Dian dan pamannya, Budianto Gunawan (69) masih hidup ketika saksi petugas koperasi simpan pinjam menyambangi kediaman yang berlokasi di Perumahan Citra Garden itu pada 13 Mei 2022 lalu.

Petugas koperasi ini juga melihat ibu Dian, Renny Margaretha (68), sudah dalam kondisi tidak bernyawa atau jadi mayat dan tergeletak di dalam kamarnya.


Namun saksi tak melihat keberadaan kepala keluarga ini atau ayah Dian yaitu Rudianto Gunawan.

Baca Juga :

Terungkap, Sang Putri Keluarga Kalideres 6 Bulan Belakangan Mandikan Ibunya yang Sudah Mayat

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengky Haryadi mengungkapkan temuan baru dari hasil penyelidikan sementara terkait kasus ditemukannya empat jenazah ini.

Hasil investigasi menunjukkan adanya komunikasi satu arah dari ponsel ke ponsel yang mengandung kalimat negatif di antara empat orang ini.

Hengky menjelaskan bahwa di dalam rumah hanya ada dua handphone yang digunakan oleh empat orang.

Baca Juga :

Cerita Horor di Rumah 4 Mayat Kalideres, Sang Ibu Sudah Meninggal 13 Mei Lalu, Pegawai Sampai Teriak Kaget

Dengan kata lain, satu ponsel digunakan oleh dua orang.

“Kita lihat di sini ada aplikasi Peduli Lindungi atas nama masing-masing dua orang tersebut,” jelas Hengky saat jumpa pers di Polda Metro Jaya pada Senin (21/11/2022).

Hengky mengatakan pesan-pesan berkonotasi emosional dikirim dari satu ponsel ke ponsel lainnya.

Namun, dia tidak menjelaskan ponsel mana yang digunakan untuk mengirimkan pesan yang mengandung emosi tersebut.

“Kami menemukan komunikasi satu arah dari satu ponsel ke ponsel lainnya, sehingga banyak kata-kata yang mengandung emosi negatif,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hasil tersebut masih dipelajari oleh tim psikologi forensik untuk mengetahui makna pesan emosional yang terkandung dalam ponsel tersebut.

“Ini hape sama-sama di dalam rumah, makanya sedang diteliti oleh psikologi, jadi antara hape satu dengan yang lainya sama-sama dalam rumah. Panjang sekali isinya, tapi isinya bersifat emosi-emosi bersifat negatif ini sedang diteliti.” ujar Kombes Hengky soal penggunaan handphone oleh dua kubu di dalam rumah Kalideres ini.(ikror/pojoksatu)