Terungkap, Sang Putri Keluarga Kalideres 6 Bulan Belakangan Mandikan Ibunya yang Sudah Mayat

Di balik tewasnya 4 anggota keluarga di Citra Garden Kalideres terselip cerita horor menyeramkan (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Puzzle kematian keluarga Kalideres Jakarta Barat mulai tersingkap. Sang putri, Dian (42) selama 6 bulan memandikan mayat ibunya dan memberikannya susu.

Dian Febby masih menganggap ibunya hidup meski diketahui sudah meninggal sebelum 13 Mei 2022 lalu.

Namun dari kesaksian pegawai koperasi simpan pinjam saat masuk ke dalam rumah keluarga yang berlokasi di Perumahan Citra Garden 1, Dian banyak bengong dan menangisi ibunya yang lebih dulu meninggal.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi awalnya mengungkap saksi petugas kooperasi melihat Dian dan pamannya, Budianto Gunawan (69) masih hidup ketika menyambangi kediaman itu pada 13 Mei 2022 lalu.


Dia menyebut saksi juga melihat ibu Dian, Renny Margaretha (68), sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca Juga :

Cerita Horor di Rumah 4 Mayat Kalideres, Sang Ibu Sudah Meninggal 13 Mei Lalu, Pegawai Sampai Teriak Kaget

Namun saksi tak melihat keberadaan kepala keluarga ini atau ayah Dian yaitu Rudianto Gunawan.

“Tidak terlihat (Rudianto Gunawan), yang terlihat hanya dua, Dian dan Budiyanto,” kata Hengki saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/11/2022).

Hengki mengatakan, saat ditemui petugas koperasi simpan pinjam dan mediator penjualan rumah, Dian masih menyisiri, memberi susu, bahkan memandikan ibunya yang sudah jadi mayat.

Tak hanya itu, Dian juga disebut banyak bengong dan menangis.

“Itu tadi kalau disampaikan pihak saksi seperti banyak bengongnya, kemudian menangis dan menganggap ibunya tetap hidup, tiap hari dikasih minum susu, dimandikan, seperti itu,” ucapnya.

Pada 13 Mei, petugas koperasi simpan pinjam yang sedang mengurus gadai sertifikat rumah tersebut.

Petugas koperasi ditemui oleh Budiyanto, si Om di rumah tersebut.

Si petugas koperasi bahkan sempat kaget melihat dan menyentuh mayat yang diduga Ibu Renny.

Renny Margaretha yang dikatakan Budiyanto saat itu berada di dalam kamar, dilihat oleh petugas koperasi sudah menjadi mayat.

Namun polisi masih belum memastikan apakah itu mayat Renny atau bukan. Polisi masih menyatakan mayat itu diduga sebagai mayat Renny.

“Kondisi sudah bengkak, sudah kelihatan giginya itu sudah,” kata Hengky.

Pada saat saksi keluar rumah, Budianto langsung mengejarnya. Setelahnya, ia meminta saksi untuk tak melaporkan apa yang sudah dilihat di dalam rumah tersebut.

“(Budianto menyampaikan) tolong jangan sampai dilaporkan ke polisi, jangan sampai dilaporkan ke pihak RT ataupun warga sini tolong, dan ternyata memang tidak dilaporkan,” ucap Hengki.

Tewas Dalam Waktu Berbeda

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce menambahkan, keempat jenazah keluarga ini terdiri dari Rudianto (suami), Margaretha (istri), Dian (anak) dan Budianto (ipar).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, keempat jenazah ini sudah tidak menerima nutrisi sejak 3 minggu sebelum ditemukan meninggal di dalam rumah itu pada Kamis 10 November 2022 lalu.

Pasma menyebut kematian keempat jenazah ini tidak dalam waktu bersamaan, ada dari salah satu jenazah yang tewas lebih dulu.

Hal itu terlihat dari kondisi jenazah yang sudah hampir menjadi tulang-belulang.

“Jadi itu dari bapaknya ibunya, iparnya semuanya di waktu berbeda meninggalnya, sehingga pembusukannya masing-masing berbeda-beda,” katanya. (ikror/pojoksatu)