Kesaksian Warga Cianjur Gempa Senin Siang : Terdengar Gemuruh Sekali dari Bawah Tanah

Longsor di salah satu lokasi di Cianjur akibat gempa magnitudo 5,6 pada Senin siang 21 November 2022 (ist)

POJOKSATU.id, CIANJUR — Kesaksian warga Cianjur, Naga Sentana, terdengar gemuruh sangat cepat dari dalam tanah saat gempa bumi magnitudo 5,6 terjadi pada Senin (21/11) sekitar pukul 13.21 WIB.

Warga Cipanas Cianjur ini menyebut suara gempa dari dalam tanah seperti suara kuda berlari.

Gempa magnitudo 5,6 SR mengguncang Kabupaten Cianjur pukul 13.21 WIB. Gempa dirasakan selama hampir 15-19 detik.

BMKG merilis bahwa gempa akibat adanya pergeseran lempeng sesar Cimandiri dan Padalarang.


Salah seorang warga Cianjur, Naga Sentana, yang tinggal di kawasan Cipanas menjelaskan bahwa gempa cukup besar dan terasa selama 19 detik.

Baca Juga :

Update Terbaru Korban Gempa Cianjur, 56 Meninggal Dunia, 40 Anak Tertimpa Bangunan Ambruk

“Jadi gempa ini suaranya bergemuruh seperti suara kuda berlari, ketuplak ketuplak, ” terang Naga saat dihubungi, Senin 21 November 2022.

Dirinya saat kejadian gempa berada di dalam rumah dan langsung keluar bersama keluarganya.

“Saya berada di rumah, dan langsung keluar saat ada suara kaya kuda berlari itu. Gemuruhnya cepat sekali, ” jelasnya.

Diakui Naga gempa seperti ini baru dirasakan saat ini.

“Ini gempanya gemuruh sekali dari bawah tanah. Semoga tidak terjadi apa apa, ” pungkas Naga.

Pasca gempa, diakui Naga sejumlah rumah sakit penuh diisi korban gempa. Lalu lalang ambulans banyak melintas di kawasan Cipanas.

“Ya situasinya sangat panik ya, ambulans hilir mudik, bahkan rumah sakit penuh, ” jelasnya.

Meski tak ada luka pascagempa, Naga mengaku kediamannya mengalami retak-retak.

“Retak ada bagian tembok rumah, ” terangnya.

BMKG : Gempa Cianjur Dangkal

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa magnitudo (M) 5,6 yang terjadi di Cianjur termasuk kategori gempa dangkal.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan alasan gempa tersebut bersifat merusak.

Menurut Daryono, gempa di Cianjur yang terjadi beberapa saat lalu bersifat merusak. Dia menyebut gempa dangkal dengan kekuatan magnitudo 4-5 bisa merusak secara signifikan.

Dikatakan, karakteristik gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake ini, itu gempanya tidak harus berkekuatan besar untuk menimbulkan kerusakan.

“Karena gempanya rata-rata dangkal ya, bisa kurang dari 10 kilometer, bisa kurang dari 15 kilometer, dan itu tidak butuh kekuatan besar misalnya di atas 7. Tapi kekuatan 4, 5, 6 itu bisa timbulkan kerusakan yang signifikan,” jelasnya lagi.

Daryono juga menjelaskan beberapa wilayah di Jawa Barat, termasuk Cianjur, termasuk dalam kawasan seismik aktif.

Menurutnya, fakta ini menjadikan wilayah-wilayah itu memang rawan dan sering terjadi gempa.

“Perlu kita ketahui bahwa wilayah Sukabumi, Cianjur, Lembang, Purwakarta, juga Bandung itu secara tektonik merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks, disebut aktif memang kawasan ini sering terjadi gempa,” kata Daryono saat konferensi pers via Zoom, Senin (21/11/2022).

Tak hanya rawan gempa, Daryono menyebut wilayah-wilayah tersebut juga cenderung sering terdampak gempa dangkal. Pasalnya, kata dia, ada beberapa sesar-sesar yang ditemukan di wilayah tersebut.

“Jadi kompleksitas tektonik ini memicu, berpotensi memicu terjadinya gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake, fakta tektonik semacam ini menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan rawan gempa secara permanen, dan dengan karakteristik gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake ini,” ucapnya.(ikror/arief/pojoksatu)