ART Putri Candrawathi Buka-bukaan Soal Kejadian di Kamar Mandi di Magelang, Oh Ternyata Begini Kejadian Sebenarnya

Susi, ART Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi

POJOKSATU.id, JAKARTA-  Selain kakak terdakwa Ferdy Sambo yang menjadi saksi di persidangan terdakwa Bhada Eliezer, salah satu asisten rumah tangga (ART) dari Ferdy Sambo bernama Susi juga menjadi saksi di persidangan lanjutan Bharada Eliezer.

Dalam persidangan kali ini, Susi tidak begitu jujur saat ditanya oleh mejelis hakim terkait kejadian yang terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo.

Bahkan jawaban Susi kepada majelis hakim terkesan berbelit-belit. Majelis hakim juga berkali-kali mengulang pertanyaannya.

“Kenapa kau rubah keteranganmu di polisi dengan di persidangan apa alasannya. Biar bisa kami catat,” kata tanya majelis hakim kepada Susi.


“Karena saya itu gugup pak. Tiba-tiba saya dipanggil polisi gitu,” jawab Susi.

Hakim kemudian bertanya kepada Susi terkait kejadian yang terhadi di Megelang. Usai Putri Candrawathi tergeletak di kamar mandi.

“Siapa yang mengangkat, kamu yang memapah waktu di kamar mandi itu. Om Kuat di belakang mu,” tanya hakim.

“Siap pak, siap pak,” jawab Susi.

“Inilah Kuat padahal dia sopir. Harusnya ajudannya. Ajudan perempuan,” kata hakim.

BACA : Sosok Kakak Ferdy Sambo yang Jadi Saksi di Persidangan Bharada Eliezer, Ternyata Bukan Orang Sembarang

Mejelis hakim kemudian menanyakan soal Putri yang diangkat kepada Susi. Pasalnya di BAP Susi, Putri Candrawathi diangkat bukan mengangkat.

“Di BAP mu itu diangkat, ini hal penting ini. Kenapa kamu rubah keteranganmu. Tidak semudah itu merubah keterangan,” tanya hakim.

“Seingat saya Om Joshua itu tidak ngangkat ibu (Putri) di Magelang,” jawab Susi.

“Iya, tapi pertanyaannya kenapa kau rubah keteranganmu itu di polisi dan di persidangan,” tanya hakim.

“Gugup saat dipanggil polisi pak,” jawabnya.

Hakim kemudian menegaskan pertanyaannya kembali dan mengingatkan Susi karena kesaksiannya sudah disumpah dan bisa dipidanakan.

“Kalau keterangan saudara beda dengan yang lain, saudara bisa dipidana loh,” kata hakim. (Firdausi/pojoksatu)