Korban KDRT Dijadikan Tersangka, Alvin Lim Bereaksi Keras: Mana Hati Nurani Polisi

Alvin lim dampingi Korban KDRT Dijadikan Tersangka

POJOKSATU,id, JAKARTA-  Pengacara Alvin Lim menyayangkan sikap pihak kepolisian yang menetapkan Chrisney Yuan yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Surabaya, Jawa Timur.

Sementara itu, suaminya The Irsan Pribadi Susanto, yang melakukan KDRT malah tidak ditahan pihak kepolisian.

Menurutnya, keadilan hukum makin tampak di mata publik dengan kasus KDRT kliennya tersebut.

“Jangan mentang-mentang pelaku KDRT crazy rich Surabaya sebagai pemilik Hotel Dafam Pacific Caesar dan Club Basket Pacific Caesar jadi tidak dipenjara polisi,” kata Alvin kepada Pojoksatu.id, Selasa (11/10/2022).


Alvin Lim lantas mengungkap kronologis awal mula terjadinya KDRT kepada Chrisney Yuan oleh suaminya.

Pada saat itu Chrisney memergoki suaminya dengan wanita bernama Jessica yang tak lain adalah anak buah pegawai hotel mereka. Sehingga terjadi percekcokan.

Sang suami yang selingkuh hingga pelakor hamil dan diaborsi bayinya membuat sedih dan menegur suaminya.

“Dari cekcok, mulailah Irsan maen tangan dan berkali-kali memukul sang Istri di depan ketiga anak mereka yang berusia 8, 10 dan 14 tahun,” ujarnya.

Sehingga ketiga anak mereka menjadi depresi dan terganggu juga mentalnya akibat KDRT yang dilakukan sang ayah.

Alvin menyebutkan KDRT tersebut di lakukan selama terus menerus selama 4 tahun.

“Untung di tolong oleh anak laki-laki usia 14 tahun yang selalu mendorong sang ayah utk mundur, sudah tewas nasib Chrisney Yuan,”

BACA : Alvin Lim Silaturahmi ke Habib Rizieq, Immanuel Ebenezer hingga Tokoh Tionghoa, Bicara Soal Keadilan Hukum

Setelah 4 tahun di jajar babak belur penuh luka memar dan berdarah-darah, Chrisney akhirnya di bantu kak Seto Mulyadi dan melapor ke Polda Jatim dengan pidana KDRT.

“Ketika pergi dari rumah setelah di KDRT, Chrisney bersama 3 anak mengepak baju dan mengambil kotak perhiasan yang ada 1 buah cincin blue Saphire milik Irsan,” ujarnya.

“Karena terburu-buru dan kondisi stress habis digebuki membawa barang seadanya dan cincin terbawa,” sambung Alvin Lim.

Sang suami yaitu Irsan merasa tidak terima di laporkan pidana KDRT oleh sang istri dan balas melaporkan Chrisney atas tuduhan pencurian cincin.

Irsan disidang dan dituntut sangat ringan 3 tahun oleh jaksa, namun oleh hakim PN Surabaya hanya di vonis 1 tahun penjara, karena Chrisney tidak mampu memberikan uang ke Majelis Hakim.

Jaksa banding ke Pengadilan Tinggi dan malah oleh Hakim PT hukuman menjadi percobaan saja, tanpa pidana penjara.

“Bagaimana jaksa di bilang tajam jika KDRT saja hanya di tuntut 3 tahun, mana omongan Jaksa Agung akan tajam keatas dan humanis?,”

“Apakah Jaksa Agung perduli dan melindungi wanita, sangat tumpul terhadap Crazy Rich Surabaya. Inikah kualitas Jaksa Agung kita, tidak perduli akan wanita dan sangat tidak adil,” tegas Alvin.

Alvin Lim mengatakan baru mendapat kuasa dari Chrisney 2 hari lalu, sebelumnya Chrisney meminta bantuan hukum ke Hotman Paris. Namun karena tidak ada biaya permintaan tersebut ditolak.

Alvin menyebutkan bahwa Chrisney yang tidak diberi nafkah suami dan harus menghidupi 3 anak kesulitan keuangan untuk memperoleh keadilan.

“Chrisney sudah Tersangka di Polrestabes Jatim dan segera bisa di tahan jika P21. Alvin Lim menyoroti kejanggalan kasus pencurian cincin, pasal dikenakan 367 KUHPidana,” kata Alvin.

Indikasi kental oknum penyidik mengkriminalisasi Chrisney karena status Chrisney belum cerai karena masih belum putus sidang cerai, juga tidak ada pisah harta.

Seharusnya tidak bisa dikenakan delik pencurian, karena barang milik suami juga milik istri dengan tidak adanya surat pisah harta. Juga 367 KUHP adalah delik aduan absolute, sehingga jika Irsan mengaku bahwa cincin milik ayahnya, harus ayahnya yang menjadi pelapor bukan Irsan.

Alvin mengatakan laporan polisi di lakukan Irsan demi menekan Chrisney agar mencabut tuntutan KDRT dan Laporan Polisi perzinahan dan Aborsi.

“Penyidik harusnya jeli dan melihat unsur keadilan, motif pelaporan dan gunakan hati nurani. Saya akan mengajukan Gelar Perkara Khusus di Mabes Polri agar di telaah kembali status Tersangka Chrisney, karena ini bukan cuma 1 orang wanita, menyangkut nasib 3 anaknya jika ayah dan ibunya semua di penjara,” ujaranya.

“Aparat penegak hukum seharusnya bergerak dengan hati nurani dan memikirkan kepentingan dan dampaknya terhadap orang lain dan masyarakat,”

BACA : Kejagung Disomasi Gegara Aset Rp850 Miliar Raib dari Dakwaan Indosurya

“Inilah saya miris, di mana oknum Mafia hukum, pengacara, polisi, jaksa dan hakim bukan memberi keadilan malah makin merusak dan menjerumuskan mereka semua. Uang adalah panglima, mamon sudah menguasai oknum-oknum, pejabat lebih takut miskin dari pada dosa dan resiko masuk penjara,”

“Jadilah Indonesia negara tanpa hukum dan keadilan, melainkan keuangan yang maha kuasa. Inilah makanya saya teriak-teriak agar pemerintah benahi, bukan untuk buat hoax dan cari ribut tapi kritik dan seruan masyarakat.” Tutup Alvin Lim.

Alvin Lim meminta agar Presiden Jokowi dan calon pimpinan negara ke depannya lebih memperhatikan penegakan hukum yang sudah bobrok ini.

“Saya tidak memihak faksi atau golongan tertentu, justru saya berusaha rangkul semua pihak agar hukum bisa berjalan dengan baik.”

Selain Alvin Lim, para tokoh nasional lainnya mendukung perjuangan Chrisney agar Indonesia bebas dari KDRT, Uya Kuya juga berjanji akan mengawal kasus Chrisney dalam podcast Uya Kuya TV.

Begitu pula dengan Immanuel Ebenezer ketua Jokowi Mania dan Lius Sungkarisma, dalam podcast mereka mendukung perjuangan Chrisney.

Bahkan Ketua Umum FPI Imam Besar Habib Rizieq walau beda agama dan dianggap radikal mendukung perjuangan Chrisney dalam memperoleh keadilan dan berjanji akan membantu jika aparat penegak hukum Indonesia tidak mampu. (mufit/pojoksatu)