Ramai Kriteria Capres 2024, Ini Bocoran Sosok yang Paling Didambakan Masyarakat Kecil

Capres 2024 siapa saja sudah ramai diperbincangkan publik (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Saat ini tengah ramai soal kriteria Capres 2024 mendatang. Dan sosok yang paling didambakan masyarakat kecil adalah yang bersih dari korupsi.

Di tengah ramainya kriteria capres 2024, yang paling dipertimbangkan masyarakat dalam memberi dukungan yaitu adanya kandidat yang bersih dari korupsi dan tudingan tindak pidana korupsi.

Salah satu tokoh yang kerap digadang-gadangkan yang bersih dari dugaan tindak pidana korupsi yaitu Ketua KPK Firli Bahuri.

Firli dianggap sebagai tokoh yang tepat karena merepresentasikan semangat perlawanan rakyat terhadap korupsi.


“Kami ingin Pak Firli jadi Presiden untuk habisi korupsi, karena sudah parah ini korupsi,” kata Ketua Perkumpulan Petani Sawit Atoillah, di Desa Nyelanding, Kecamatan Air Gegas, Bangka Belitung, Senin (10/10/2020).

Baca Juga :

Bandingkan, Anies Diteriaki Presiden di Kandangnya, Ganjar Diteriaki Presiden di Makassar

Menurut Atoillah, saat ini kepemimpinan Firli sangat dibutuhkan Indonesia ke depannya. Karena Indonesia saat ini sangatlah darurat korupsi.

Apalagi, kerja purnawirawan jenderal bintang tiga itu, saat ini sangatlah dirasa oleh rakyat kecil yang berada di pelosok tanah air.

“Koruptor bantuan rakyat, bantuan subsidi pupuk, benih semuanya ditangkap beliau. Beliau cocok buat ratyat, pasang badan,” ujarnya.

Pandangan senada juga disampaikan Wardi Abdilah, seorang warga di Desa Nyelanding menyatakan, sosol Firli memang pantas jadi presiden untuk memimpin perang total terhadap korupsi.

Pasalnya dalam hemat sebagai seorang rakyat kecil, pemberantasan korupsi tak bisa lagi dilakukan oleh satu lembaga seperti KPK.

Sebab praktik korupsi sudah terjadi di hampir seluruh level pemerintahan dan kamar kekuasaan.

Pemberantasan korupsi, kata dia, itu hanya bisa dibasmi jika presiden selaku kepala negara dan pemerintahan memimpin langsung pemberantasan korupsi.

“Harus presiden langsung, kalau presidennya tak mau perangi korupsi mana bisa, kami di bawah ini yang jadi korban terus,” ungkapnya. (firdausi/pojoksatu)