Persidangan Belum Ditentukan, PN Jaksel Sudah Mulai Kordinasi Terkait Pengamanan Sidang Ferdy Sambo, Ada Ancaman ?

ferdy sambo

POJOKSATU.id, JAKARTA- Persidangan Ferdy Sambo akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat ini berkasnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Namun PN Jakarta Selatan belum membeberkan secara jelas, kapan persidangan 11 tersangka kasus pembunuhan berencana Brgadir Joshua itu digelar.

Hanya saja saat ini PN Jakarta Selatan sudah mulai berkordinasi dengan pihak kepolisian terkait pengamanan sidang Ferdy Sambo dkk.

“Tentu saja yang namanya persiapan, terkait dengan koordinasi dengan kejaksaan, dengan kepolisian terkait pengamanan sidang,” kata Humas PN Jaksel, Djuyamto di PN Jaksel, Jakarta Selatan, Senin (10/10/2022).


Kendati sudah mulai berkordinasi dalam mempesiapkan pengamanan sidang Ferdy Sambo dkk, namun pihak pastikan bukan pertama kali pihaknya menggelar sidang dalam kasus yang menarik seperti kadus Ferdy Sambo.

BACA : Pesan Cinta Terselip untuk Putri Candrawathi dari Ferdy Sambo, Semua Demi Cinta

Djuyamto menegaskan, sudah sekian banyak pihaknya menggelar sidang di PN Jakarta Selatan dengan kasus yang menarik melebihi kasus Ferdy Sambo.

“Sebenarnya PN Jaksel bukan kali ini saja menangani perkara yang menarik perhatian masyarakat, tapi sudah sering,” ujarnya.

“Jadi menyiapkan (pengamanan) supaya semua berjalan dengan baik,” tuturnya.

Seperti diketahui, mantan Kadiv Propam Polri Irjen¬†Ferdy Sambo, istrinya Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf telah ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus (Timsus) Polri.

Selain kasus pembunuhan berencana, Polri juga telah menetapkan tujuh orang tersangka terkait kasus obstruction of justice pada perkara tersebut, termasuk Ferdy Sambo.

Sedangkan enam tersangka lain adalah Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.

Para tersangka obstruction of justice itu diduga melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat 1 jo Pasal 32 Ayat (1) Nomor 19 Tahun 2016 UU ITE.

Mereka juga dijerat Pasal 55 Ayat (1) dan/atau Pasal 221 Ayat (1) ke-2 dan/atau Pasal 233 KUHP.

Saat ini berkas perkara seluruh tersangka pembunuhan berencana dan obstruction of justice di kasus Brigadir J telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejagung sejak 28 September 2022. (Firdausi/pojoksatu)