Ketua Panpel Arema Haris Sosok Bermasalah dari Dulu, Coba Suap Hinca Panjaitan Tahun 2010 Lalu

Sosok Ketua Panpel Arema Abdul Haris ditetapkan tersangka tragedi Kanjuruhan Malang (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Ketua Panpel Arema Abdul Haris ditetapkan salah satu dari 6 tersangka kasus Kanjuruhan. Sosok Panpel Arema ini ternyata sudah bermasalah sejak 2010.

Sosok Panpel Arema berkumis tipis ini coba suap Hinca Panjaitan tahun 2010 lalu, pengurus PSSI saat itu. Abdul sosok bermasalah ini juga terbukti melakukan pencemaran nama baik saat itu.

Imbas perbuatan memalukan itu, Abdul Haris terkena hukuman larangan aktif di sepakbola Indonesia selama 20 tahun maksimal pada 2010 silam.

Abdul Haris terbukti dalam kasus penyuapan. Namun herannya pada 2013 lalu, Abdul Haris terbebas dari hukumannya atau hanya menjalani masa hukuman 3 tahun.


Hukuman tersebut didapatkanya akibat terbukti mencoba menyuap Komdis PSSI Hinca Panjaitan dan melakukan pencemaran baik.

Baca Juga :

Ini Identitas Tiga Perwira Polisi Penyebab Teror Gas Air Mata di Kanjuruhan

Kasus tersebut diungkapkan oleh Ketua Komdis PSSI, Hinca Panjaitan terkait pelanggaran dalam laga Arema menghadapi Persema Malang di pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (10/1/2010).

Kala itu pertandingan sempat diberhentikan karena penonton masuk kedalam lapangan.

Komdis pun melakukan sidang pada 21 Januari 2010 silam, dalam sidang tersebut Arema didenda sebesar Rp50 juta dan satu laga larangan tanpa kehadiran penonton.

Namun Abdul Haris mencoba untuk menyuap Hinca Panjaitan.

Ketua panpel Arema Indonesia Abdul Haris terbukti mencoba menyuap Komdis dan melakukan pencemaran nama baik.

Baca Juga :

Adilkah Tersangka Kanjuruhan cuma Terancam Minimal 1 Tahun Penjara sedangkan Korban 131 Meninggal ?

Maka Haris pun dihukum tak boleh aktif di persepakbolaan nasional selama 20 tahun maksimal.

Haris Coba Suap Hinca Panjaitan

Awal hukuman ini adalah dijatuhkannya hukuman kepada panpel Arena karena penonton yang meluber saat derby kontra Persema pada 10 Januari lalu –sanksi saat itu adalah denda Rp 50 juta dan satu kali pertandingan tertutup buat Arema.

Hukuman ini diputuskan di sidang komdis PSSI tanggal 21 Januari.

Akan tetapi pada sidang Kamis (4/2/2010), juga ditemukan sebuah fakta lain. Haris dibeberkan telah mencoba menyuap komdis sehari sebelum keputusan sanksi di atas dijatuhkan, tepatnya pada hari Rabu (20/1/2010).

Merasa tak melakukan itu, Hinca pun memanggil Haris hari ini dan dikatakan kalau Haris telah mengaku mencemarkan nama baik komdis dan mengaku telah mencoba menyuap komdis untuk mengkondisikan hukuman Arema itu.

“Karena Haris telah telah terbukti melakukan percobaan suap ke komdis dan pencemaran nama baik, maka Haris yang ketua Panpel Arema itu dihukum maksimal 20 tahun tak boleh aktif di persepakbolaan nasional,” tegas Hinca kepada wartawan usai sidang tahun 2010 lalu. (ikror/pojoksatu)