Kena e-Tilang tapi Kendaraan sudah Dijual, Ini yang harus Dilakukan, Hati-hati Penipuan

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo

POJOKSATU.id, BANDUNGPolda Jabar mulai menerapkan sistem tilang elektronik atau e-tilang dalam Operasi Zebra Lodaya 2022 yang digelar pada tanggal 3-16 Oktober 2022.

e-tilang alias tilang elektronik akan merekam otomatis setiap pelangga lalu lintas.

“Kemudian surat tilang beserta bukti pelanggaran dikirim ke alamat pemilik kendaraan,” terang Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo, Jumat 7 Oktober 2022.

Selain itu, pelanggar juga mendapat pemberitahuan melalui pesan singkat berupa SMS dari sistem e-tilang dan diarahkan untuk membayar denda.


“Untuk pembayaran tilang online pemberitahuannya hanya melalui notifikasi SMS,” sambungya.

BACA: TILANG ELEKTRONIK: Melanggar, Siap-siap Tunggu Surat dari Pak Polisi, Dendanya Bayar di Bank

Sementara untuk pembayaran denda tilang, hanya menggunakan kode briva, bukan nomor rekening dan pemberitahuannya hanya dengan notifikasi SMS, tidak melalui Whatsapp.

“Hati-hati modus WhatsApp penipuan pembayaran tilang online yang sekarang terjadi di masyarakat dengan mengatasnamakan tilang online dengan pembayaran melalui Bank Permata,” katanya.

Setelah masyarakat menerima pemberitahuan pembayaran denda tilang online selain SMS, bisa segera menghubungi petugas Polri atau mengabaikannya.

Jika alamat atau data yang ada di STNK kendaraan berbeda dengan pemiliknya, maka penerima surat bisa melakukan konfirmasi melalui hot line atau website yang tersedia di surat tilangnya.

BACA: Tilang Elektronik Mulai Berlaku, Ini 10 Jenis Pelanggaran Lalulintas yang Diintai

“Artinya, kendaraan tersebut sudah dijual namun belum dibaliknama,” kata dia.

Yang harus dilakukan, pemilik pertama atau penerima surat bisa melakukan konfirmasi melalui alamat web yang tertera.

“Dengan memasukan keterangan kendaraan sudah terjual serta memasukan nama pembeli dan nomor telepon serta email pembeli,” tandasnya. (Arief/pojoksatu)