Anies Blunder Ditinggalkan PA 212, Kader Nasdem Mundur Kian Meluas, ‘Mainnya’ di DKI Menakutkan

Anies Baswedan diumumkan capres Partai Nadem di Pilpres 2024

POJOKSATU.id, JAKARTA – Keputusan Partai Nasdem mengusung Anies Baswedan capres di Pilpres 2024 bak jadi blunder bagi keduanya.

Anies Baswedan ditinggalkan pendukung militannya PA 212. Sementara kader Nasdem mundur kian meluas.

Setelah kader nasdem mundur bergiliran di berbagai daerah, kali ini giliran kader Nasdem di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Alasan mereka pun sama. Tidak sejalan dengan DPP Partai Nasdem yang memutuskan mengusung Anies capres Nasdem.


Selain itu, DPD Nasdem Kudus juga mendukung mengusung Anies Baswedan sebagai capres.

Kader Nasdem mundur itu adalah Agus Riyanto yang menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Nasdem Jekulo.

BACA: Anies Baswedan Bikin Blunder jadi Capres Nasdem, Akhirnya Ditinggalkan PA 212

Agus Riyanto menyerahkan surat pengunduran diri ke kantor DPD Nasdem Kudus.

“Kedatangan saya ke Kantor DPD Nasdem Kudus untuk menyerahkan surat pengunduran diri karena tidak setuju dengan keputusan DPP NasDem yang mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024,” kata Agus, Jumat 7 Oktober 2022.

Agus mengungkap, ada gejolak batin ketika harus mendukung seseorang yang secara ideologi berbeda dengan dirinya.

Apalagi sampai saat ini, dirinya belum melihat kapasitas Anies sebagai seorang pemimpin.

Tapi ternyata malah diusung untuk jadi capres.

Sementara, Ketua DPD Partai Nasdem Kudus, Superiyanto menghormati keputusan Agus Riyanto mundur dari Partai Nasdem.

BACA: Kader NasDem yang Mundur Disebut Loyalis Ahok, Anti Anies Baswedan

“Kami tidak mempermasalahkan dan menghormati hak politik yang diambil Agus,” ujarnya.

Meski begitu, Superiyanto mengaku tak khawatir dan yakin bisa menemukan kader-kader pengganti lainnya.

Terlebih, sudah banyak relawan Anies Baswedan yang berniat bergabung dengan partai besutan Surya Paloh itu.

Di saat bersamaan, pengurus DPW Nasdem Kalbar, Andreas Acui Simanjaya juga sudah mengundurkan diri.

Meski bigitu, Andreas mengaku sejatinya tak mempermasalahkan sosok Anies Baswedan.

Hanya saja ia khawatir ketika melihat tim Anies saat di Pilkada DKI 2017 yang menggunakan politik identitas sebagai ‘senjata utamanya’.

BACA: Dicemooh Keluar Nasdem tak Setuju Anies Capres, Niluh Djelantik Semprot Wasekjen Nasdem, jadi Borok

“Bagaimana agama menjadi jargonnya saat kampanye politik, dan saat ini bekas-bekas itu masih ada. Saya nggak mau jadi bagian itu,” tegasnya.

Selain menyampaikan surat pengunduran diri dari DPW Nasdem Kalbar, ia juga sudah menyampaikan surat pengunduran diri ke KPU Kalbar.

Untuk diketahui, Partai Nasdem mendadak ditinggalkan kader-kadernya usai menetapkan Anies capres Nasdem.

Salah satu yang cukup menonjol adalah Niluh Djelantik yang meninggalkan jabatan sebagai Wakil Ketua Umum Nasdem bidang UMKM.

Desainer asal Bali itu selama ini dikenal sebagai pendukung Presiden Jokowi. (AdeGP/pojoksatu)