Dicemooh Keluar Nasdem tak Setuju Anies Capres, Niluh Djelantik Semprot Wasekjen Nasdem, jadi Borok

Mantan Ketua DPP Partai Nasdem Bidang UMKM Niluh Djelantik

POJOKSATU.id, JAKARTANiluh Djelantik membalas cemooh Wasekjen Partai Nasdem Hermawi Taslim atas tindakannya keluar dari Partai Nasdem karena tak setuju Anies capres Nasdem.

Dalam komentarnya, Hermawi Taslim menyebut Niluh Djelantik dianggap tak penting dan tak pernah melakukan apa-apa untuk Partai Nasdem.

Balasan menohok Niluh Djelantik untuk Wasekjen Partai Nasdem itu disampaikan melalui akun media sosialnya, dikutip pojoksatu.id, Rabu 5 Oktober 2022.

“@official_nasdem tolong sampaikan pesan ini ke petinggimu yang menghina Niluh Djelantik. Kepada Wasekjend Partai NasDem, Hermawi Taslim,” tulisnya.


Mantan Ketua DPP Partai Nasdem Bidang UMKM itu mengungkap, tujuannya bergabung dengan Nasdem karena ingin mengabdi untuk rakyat.

Ia mempertanyakan aksi nyata Hermawi Taslim saat Bali terpuruk akibat pandemi Covid-19.

BACA: Terkait Deklarasi Capres, Petrus Selestius: Ini Manuver Nasdem untuk Jegal KPK Proses Hukum Anies

Saat itu dirinya mengkritisi berbagai aturan yang merugikan masyarakat dan wisatawan lokal dan akhirnya direvisi.

Bahkan Hermawi Taslim juga tak ada ketika pekerja migran Indonesia diinjak-injak haknya.

Juga saat WNA merajalela dengan mengambil alih pekerjaan warga lokal tanpa izin resmi.

“Niluh Djelantik ada disana untuk memperjuangkan mereka!!!” tegasnya.

Designer asal Bali itu juga mengungkap bahwa sudah berencana menemui Ketua Umum Surya Paloh untuk berpamitan baik-baik.

Karena itu, Niluh mempertanyakan pernyataan Wasekjen Partai Nasdem yang malah mencemoohnya.

BACA: Ketua Nasdem Pengkritik Keras Anies Ini Tanggapi Ramai-ramai Kader Mundur Usai Usung Anies

Apalagi cemooh Hermawi Taslim kepada dirinya itu karena ia memutuskan hengkang dari Nasdem karena tak setuju Anies Baswedan capres Nasdem.

Berikut pernyataan terbuka Niluh Djelantik untuk Wasekjen Partai Nasdem Hermawi Taslim:

@official_nasdem tolong sampaikan pesan ini ke petinggimu yang menghina Niluh Djelantik.

Kepada Wasekjend Partai NasDem, Hermawi Taslim.

Tujuanku masuk NasDem itu adalah mengabdi untuk rakyat. Bukankah itu tujuan didirikannya sebuah partai politik ? Menjadi berkat untuk rakyat ?

Kamu ada dimana saat Bali menangis berjuang melawan pandemi ? Kamu ada dimana saat berbagai aturan yang merugikan masyarakat dan wisatawan lokal kukritisi dan kemudian direvisi ? Kamu ada dimana saat istri dianiaya sang suami dan saat anak kecil dilecehkan oleh ayahnya sendiri ? Kamu ada dimana saat pekerja event perempuan mengadu padaku karena hak mereka terinjak-injak dan tak diberi ruang untuk menjadi diri mereka sendiri ? Kamu ada dimana saat WNA merajalela cari makan mengambil pekerjaan warga lokal tanpa izin resmi ? Kamu ada dimana saat ratusan PMI meratap pedih ditipu milyaran rupiah dijanjikan pekerjaan tapi ujung-ujungnya disuruh menjual diri?

Kamu ada dimana ?????

BACA: Surya Paloh Piawai Pilih Anies Baswedan, Basis Nasdem di Jabar, DKI dan Banten

NILUH DJELANTIK ada disana untuk memperjuangkan mereka !!!

Aku punya rencana untuk berpamitan baik-baik dengan Bapak Surya Paloh dan petinggi NasDem yang datang ke kediaman kami 4 tahun lalu saat mempresentasikan gerakan restorasi yang kalian gaungkan.

Aku sudah menentukan jadwal untuk menyampaikan rencanaku untuk melanjutkan perjuanganku untuk rakyat Bali tanpa partai politik.
Tapi mengapa responmu sebagai Wasekjend sangat kasar dan tidak elegan seperti ini ?

Rumahku adalah bersama rakyat bukan berada dalam gedung mewah bertingkat.

Jika kamu tidak menghormati keputusanku untuk melanjutkan pengabdianku pada rakyat, merendahkan harga diri kami dengan statementmu di berbagai media tanpa konfirmasi langsung denganku.

Percayalah, semesta tidak akan berdiam diri. Niluh Djelantik tidak perlu kamu untuk menjadi besar. Sedangkan kamu?

Nasional Demokrat

Niluh Djelantik, apakah singkatan nama sama itu sebuah kebetulan ?

Nasehatku, jangan mengotori marwah dan cita-cita suci NasDem sebagai rumah yang kusayangi.

Aku memasuki rumah itu dengan itikad berjuang untuk rakyat dan aku pamit pun dengan kepala tegak terhormat.

NILUH DJELANTIK