KPK Didesak Para Mahasiswa, Kasus Dugaan Korupsi Papan Reklame Digital Harus Diusut Tuntas

Dugaan Korupsi Papan Reklame Digital Harus Diusut Tuntas

POJOKSATU.id, JAKARTA- Puluhan Mahasiwa yang mengatasnamakan kelompok Jantung Gerakan (JAGA) Jakarta mengelar aksi demonstrasi.

Dalam aksi kali ini, mereka mendesak KPK memeriksa Pimpinan Jaris & K dan Pimpinan Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) sebagai upaya mengungkap tuntas kasus dugaan korupsi papan reklame digital dan bantuan sosial di wilayah DKI Jakarta sebesar 100 miliar.

Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Jantung Gerakan Jakarta (JAGA Jakarta), Rahman Gorbacev mengatakan pemeriksaan terhadap pimpinan PT Jaris & K dan Pimpinan JIP penting dilakukan.

Hal itu sebagai bukti keseriusan KPK RI dalam pengungkapan dugaan tindak pidana kasus korupsi di wilayah DKI Jakarta.


“Untuk memaksimalkan kinerja KPK, Kami mendorong agar pimpinan Jaris & K serta JIP agar segera dipanggil dan diperiksa” kata Rahman, Senin (03/10/2022).

Menurut Rahman, pada pengadaan Papan reklame digital yang dikelolah PT Jaris & K diduga terjadi korupsi berantai yang dilakukan secara terstruktur yang melibatkan kan pimpinan PT. Jakarta Infrastruktur Propertibdo (JIP) dan PT. Trimedia Imaji Rekso Abadi (TIRA).

Adapun bukti tindak pidana korupsi yaitu Jaris & K diduga telah mengelabui anak usaha JAKPRO yakni PT JIP dengan cara meyakinkan JIP bahwa Jaris & K dapat mengoperasikan Papan reklame digital dengan total modal kerja sebesar  75 Miliar.

Namun kenyataannya, PT TIRA melalui anak perusahaannya Jaris & K belum berpengalaman sama sekali dalam menjalankan usaha dengan modal kerja sebesar nilai tersebut.

“Kami mencium aroma ada dugaan korupsi yang terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif yang terjadi pada proyek pengadaan papan reklame digital yang dikelolah Jaris & K”, tegasnya saat orasi.

Dalam orasinya itu, Ia juga menyebut kerjasama JIP dengan MRT dengan nilai proyek komitmen yang JIP harus bayar selama 5 tahun total hampir 600 Milyar.

Selain itu, diduga Jaris & K berserta oknum JIP sudah untung didepan dengan dugaan markup pengadaan proyek Papan reklame Digital.

Kemudian, dalam kasus lain Dwi Wahyu Daryoto (Ex. Direktur Utama Jakpro 2020-2021) dan Gunung Kartiko (Kini Direktur Pengembangan Aset Jakpro, sebelumnya menjabat sebagai direktur PT Jakarta Infrastruktur propertindo) diduga memanfaatkan dana hasil diinvestasi Tol Jakarta Akses Tol Priok untuk pengadaan papan reklame.

“Atas hal itu mestinya Dwi Wahyu Daryoto dan Gunung Kartiko harus bertangungjawab serta dilakukan audit investigasi yang mendalam dan memeriksa para oknum-oknum pimpinan Jakpro, MRT dan JIP atas bancakan dana BUMD DKI Jakarta”, pungkas. (firdausi/pojoksatu)