Belum Juga Kena Copot, Kapolda Jatim Akhirnya Minta Maaf, Saya Menyesal

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengaku menyesal dan menyampaikan permintaan maaf atas banyaknya korban di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu malam (30/9).

Sebelum minta maaf, Kapolda Jatim ini sempat memunculkan kontroversi dengan pernyataannya soal penembakan gas air mata sudah sesuai SOP polisi.

“Saya sebagai Kapolda ikut prihatin, menyesal, sekaligus minta maaf di dalam proses pengamanan yang berjalan ada kekurangan,” kata Nico dalam konferensi pers, Selasa (4/10/2022).

Sebagai Kapolda, dia mengaku akan melakukan evaluasi dengan panitia pelaksana laga dan juga dengan PSSI.


“Ke depan kami akan mengevaluasi bersama-sama dengan panitia pelaksana, kemudian PSSI, sehingga harapannya pertandingan sepakbola ke depan, pertandingan sepakbola yang aman, nyaman dan bisa menggerakkan ekonomi,” ungkapnya.

Baca Juga :

Soal Tragedi Kanjuruhan Malang, Ade Armando Malah Salahkan Suporter Arema, Polisi Dibela

Seperti diketahui, Kapolda Jatim sempat menyulut kontroversi dengan memastikan bahwa penembakan gas air mata kepada suporter Aremania di atas tribun saat terjadi kericuhan sudah sesuai prosedur.

Menurut Nico, hal itu sebagai upaya menghalau serangan suporter yang merangsek turun ke lapangan dan berbuat anarkis.

“Sehingga, para suporter berlarian ke salah satu titik di pintu 12 Stadion Kanjuruhan. Saat terjadi penumpukan itulah banyak yang mengalami sesak napas,” ungkapnya dalam konferensi pers di Polres Malang, Minggu dinihari (1/10).

 

NU Desak Kapolda Mundur

Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) menegaskan, agar pengurus PSSI dan Polri bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

“PSSI wajib bertanggung jawab. Semua pengurusnya harus mundur. Itu sebagai bentuk respect terhadap korban dan keluarganya,” tegas Gus Salam melalui keterangan tertulisnya kepada media, Minggu (2/10/2022) petang.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit juga diminta harus tegas untuk mencopot Kapolda Jatim dan Kapolres Malang.

“Kapolri wajib mencopot Kapolda Jatim dan Kapolres Malang, itu sebagai bentuk pertanggungjawaban pimpinan,” tegas Gus Salam.

Dalam kasus tewasnya ratusan suporter Arema ini, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat telah dicopot Kapolri, sementara Kapolda Jatim belum juga dicopot. (ikror/pojoksatu)