Viral Suporter Arema Ingatkan Polisi Baik-baik Jangan Pakai Gas Air Mata Malah Dipentung

Polisi menembakkan gas air mata ke arah tribun Stadion Kanjuruhan saat pengamanan kerusuhan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam. Foto:ist
Polisi menembakkan gas air mata ke arah tribun Stadion Kanjuruhan saat pengamanan kerusuhan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam. Foto:ist

POJOKSATU.id, JAKARTAVideo viral seorang suporter Arema ingatkan polisi jangan pakai gas air mata di Stadion Kanjuruhan viral di media sosial.

Video suporter Arema minta polisi tak pakai gas air mata dalam stadion itu diuggah akun Twitter @adilah_iqbal.

Sang pemilik akun mengungkap, suporter Arema ingatkan polisi jangan pakai gas air mata itu adalah temannya.

Disebutkan Aremania itu sengaja turun ke lapangan dan meminta baik-baik kepada polisi agar tak menembakkan gas air mata ke tribun.


Apalagi di tribun juga terdapat banyak anak kecil.

“Salah satu nawak saya, turun kelapangan baik2 berbicara tentang jangan gunakan gas air mata di tribun karena ada anak kecil yg terkena imbas,” tulis akun tersebut dikutip pojoksatu.id, Senin 3 Oktober 2022.

BACA: Kapolri Marah, Kapolres Malang Dicopot Diganti Mantan Kapolsek Beberapa Menit dan Penangkap Djoko Tjandra

Akan tetapi, Aremania itu malah dibentak dan dipukul serta dipaksa keluar lapangan.

“Lalu apa yg dia dapatkan? Bentakan, pukulan untuk keluar lapangan!” sambung akun tersebut.

Dalam video pendek berdurasi 15 detik itu terlihat suasana chaos yang terjadi di tengah lapangan stadion Kanjuruhan Malang.

Aksi Aremania yang mengenakan atribut Arema itu terlihat didatangi seorang anggota polisi.

Polisi berpakaian dalmas itu mendekat dan meminta suporter Arema tersebut meninggalkan lapangan dengan baik-baik.

“Ayo bro, kono (sana keluar lapangan) bro,” ucap anggota polisi tersebut.

BACA: 18 Polisi Pemegang Senjata Gas Air Mata di Kanjuruhan Diperiksa, Pamen Digarap Itsus dan Propam

Aremania itu lantas meminta agar polisi tidak menembakkan gas air mata ke arah tribun.

“Pak, jangan pakai gas air mata, ada anak kecil, pak,” pinta suporter Arema itu kepada polisi lainnya.

Selanjutnya, polisi itu juga memintanya untuk memberitahu teman-teman sesama suporter agar meninggalkan lapangan.

“Bolo-bolo dikandani bro (teman-teman diberitahu, bro),” timpal polisi tersebut.

Namun selanjutnya, datang sejumlah anggota polisi lainnya yang langsung membentaknya.

“Kamu keluar! Keluar!” hardik polisi lainnya.

“Iya, saya keluar,” jawabnya.

BACA: Buntut Tragedi Kanjuruhan Malang, Direktur PT LIB Ketua PSSI dan 18 Polisi Digarap Bareskrim

Tidak lama kemudian datang sejumlah polisi lainnya yang mendorong dan membentaknya berkali-kali.

Dalam cuitan lainnya, @adilah_iqbal juga mengunggah foto bagian tubuhnya yang memar akibat pentungan polisi di Stadion Kanjuruhan.

“Ya ini yg dia dapatkan, luka memar akibat pukulan2 yg sebenarnya Dia ikut turun untuk menyuarakan jangan tembak gas air mata ke tribun!” terang @adilah_iqbal.

“Sampai skrg yg sakit masih di bagian kepala ada banyak luka yg tertutup rambut,” tandasnya. (AdeGP/pojoksatu)