Usai Tragedi Berdarah, Pemain dan Pelatih Arema Bersimpuh di Stadion Kanjuruhan

Pemain dan pelatih Arema FC bersimpuh di Stadion Kanjuruhan (ist)

POJOKSATU.id, MALANG — Prosesi tabur bunga oleh pemain dan pelatih Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang berlangsung sangat khidmat. Tak sedikit pemain menangis tersedu.

Pelatih Arema FC Javier Roca bersimpuh di tengah lapangan, memeluk pemain yang tak kuat menahan tangisan.

Squad Arema FC seperti tak bisa menahan kecamuk kesedihan di dada mengingat tragedi yang menelan 127 korban jiwa versi polisi ini.

Seluruh pemain, pelatih, dan manajer Arema FC itu melakukan acara tabur bunga dan doa bersama di Stadion Kanjuruhan Senin 3 Oktober 2022.


Kedatangan pemain dan ofisial Arema FC tersebut sebagai bentuk belasungkawa atas tragedi Kanjuruhan Malang yang memakan banyak korban jiwa.

Baca Juga :

Pengamat Intelijen Bongkar Dalang Penyebab Utama Tragedi Kanjuruhan Malang, Oh Ternyata Ini

Pemain langsung menuju Tugu Singa begitu tiba di stadion untuk menaburkan bunga.

Pemain lainnya menunduk dan tak mengucapkan apa-apa, semua tampak berkabung penuh.

 

Pelatih Saksikan 4 Suporter Meninggal

Pelatih Arema FC Javier Roca memberi kesaksian tragedi pilu meninggalnya suporter Arema Malang di ruang ganti pemain dalam insiden kerusuhan Kanjuruhan.

Pelatih asal Chile ini mengaku terguncang empat suporter Arema atau Aremania yang masih berusia muda meninggal dalam dekapan pemain di ruang ganti pemain.

Javier Roca melihat insiden pilu itu tatkala dirinya baru saja menyelesaikan sesi konferensi pers usai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10) malam.

“Ketika saya kembali dari konferensi pers, saya melihat tragedi kelam dengan mata kepala saya sendiri,” katanya.

“Suasana stadion tiba-tiba chaos dan beberapa orang berbondong-bondong memasuki ruang ganti,” kata Roca kepada media Spanyol, Cadena SER.

Suporter Arema yang selamat membopong sejumlah korban ke ruang ganti pemain untuk meminta pertolongan kepada dokter tim.

Baca Juga :

Simpang Siur Korban Kerusuhan Arema, Susi Pudjiastuti : Beri Angka Sejujurnya Berapa Saudara Kami Berpulang

Mungkin ada 20 orang Aremania yang lolos ke dalam ruang ganti pemain saat itu.

“Tak lama, para korban mendapat perawatan dari tim dokter kami. Tapi, tak semua selamat, empat orang dinyatakan meninggal di tempat,” cerita pelatih Arema ini.

“Yang membuat suasana hati saya semakin terguncang adalah para korban meninggal di dalam dekapan pemain,” ujarnya terlihat menahan tangis. (ikror/pojoksatu)